Remaja Pakistan Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya Guru Karena Tak Bisa Hafalan

DUNIA » MAKASSAR | 8 September 2019 14:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Hunain Bilal (17), seorang siswa di Kota Lahore, Pakistan, ditemukan pingsan setelah menerima pukulan keras dari gurunya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Bilal tidak dapat diselamatkan.

Insiden yang mencoreng dunia pendidikan itu terjadi Kamis (5/9) lalu. Sesaat setelah kematian Bilal, tagar #JusticeForHunian menggema di jagad Twitter. Bahkan, gerakan dukungan untuk kasus Bilal tersebut sempat menduduki peringkat teratas Twitter.

Dilansir dari laman Sputnik, kasus kematian Bilal mulai mencuat ketika sepupunya, Rimsha Naeem membagikan cerita tentang penyiksaan Bilal di tangan sang guru.

"Sepupuku yang berusia 17 tahun, telah dipukul secara brutal oleh gurunya di sekolah hingga tewas," tulis Naeem dalam akun Twitter @badgirlrimi miliknya.

Lebih lanjut Naeem bercerita, bagaimana sang sepupu sempat mengalami kesulitan bernapas ketika 'dihukum'. Namun, bukannya berhenti guru tersebut justru menyebut keluhan Bilal sebagai 'drama' dan terus memukulnya.

Menurut Naeem, rekan sekolah Bilal sempat mencoba menghentikan aksi brutal guru yang diketahui bernama Kamran Hashmi itu. Naeem menjelaskan, Bilal ditampar berkali-kali dan kepalanya dibenturkan ke dinding.

Mendapat siksaan dari Hasmi, Bilal sempat menjerit hingga terjatuh ke lantai. "Setelah tidak berdaya, Bilal diseret ke kantor kepala sekolah," tulis Naeem.

Naeem menduga, Bilal telah meninggal dunia ketika dilarikan ke rumah sakit. Namun, pihak sekolah mengatakan saat itu tekanan darah Bilal rendah sehingga jatuh pingsan.

Dikutip dari laman Dawn, Bilal dihukum oleh gurunya karena gagal menghafalkan pelajarannya.

Insiden penganiayaan yang menyebabkan kematian itu menimbulkan kegaduhan di media sosial. Sputnik melaporkan, banyak warga Pakistan yang menuntut hukuman keras untuk tersangka yang telah diamankan pihak kepolisian.

Kisah malang Bilal sempat mendapat tanggapan dari Menteri Urusan Ekonomi Pakistan Hammad Azhar. Atas kasus yang menimpa remaja Lahore itu, Azhar mengucapkan keprihatinannya dan rasa bela sungkawa kepada keluarga korban.

Kepada Naeem sebagai perwakilan keluarga, Azhar berjanji untuk memantau pekembangan kasus ini secara khusus. Dirinya juga menjanjikan untuk mendorong tinjauan kembali undang-undang tentang hukuman fisik di sekolah.

Ayah Bilal telah mengajukan pengaduan resmi atas kasus yang menghilangkan nyawa anak laki-lakinya itu. Penyelidikan juga telah dilakukan polisi. Sang guru yang diduga sebagai pelaku telah didaftarkan berdasarkan Pasal 302 dan 34 KUHP Pakistan, tentang pembunuhan dan pengeroyokan.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
Pembunuh Taruna ATKP Makassar Divonis 10 Tahun Penjara
Aniaya Peserta MOS SMA Semi Militer, Siswa Senior Jadi Tersangka
Praperadilan Tersangka Penganiayaan Peserta MOS SMA Semi Militer Palembang Ditolak
Peserta MOS SMA Semi Militer Dipukul Senior Karena Tak Bisa Ikat Tali dan Kesurupan
Dua Peserta MOS Tewas, SMA Semi Militer Palembang Dilarang Terima Murid Tahun Depan

(mdk/lia)