Restoran di Saudi Tidak Lagi Pisahkan Pintu Masuk untuk Perempuan dan Laki-laki

DUNIA | 9 Desember 2019 14:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Arab Saudi baru-baru ini mengumumkan pria tidak perlu lagi masuk restoran melalui pintu terpisah dengan perempuan atau duduk di belakang dinding penyekat.

Di masa lalu kafe dan restoran dipisahkan beberapa tempat, bagian "keluarga" digunakan untuk wanita yang sendiri atau bagi mereka yang ditemani oleh saudara laki-laki. Ada juga bagian "lajang" yang terpisah hanya untuk laki-laki.

Beberapa restoran dan kafe juga memiliki pintu masuk terpisah untuk wanita dan dinding penyekat atau kamar untuk keluarga, karena wanita tidak boleh terlihat oleh pria.

Dilansir dari laman Al Arabiya, Senin (9/12), peraturan baru ini memungkinkan laki-laki dan perempuan untuk masuk melalui pintu yang sama, hal ini memudahkan pemilik restoran untuk membangun tempat usahanya.

"Hari ini investor dan pemilik bisnis menerima berita melalui pesan teks yang berisi pernyataan resmi dari 103 peraturan baru yang mengatur sektor komersial dan diterima secara positif oleh mereka pagi ini. Dulu pemilik bisnis harus membangun restoran mereka dengan dua pintu masuk yang terpisah tetapi sekarang hanya perlu satu pintu masuk utama ke toko mereka," kata koresponden Al Arabiya dari Riyadh Hani Sufayan.

1 dari 1 halaman

Bagian dari Reformasi Kehidupan Sosial

Keputusan itu muncul setelah Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan Arab mengeluarkan 12 pembaruan persyaratan teknis untuk beberapa kegiatan di sektor komersial, kesehatan, pendidikan, dan lainnya.

Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian reformasi besar-besaran di bawah kepemimpinan Putera Mahkota Muhammad bin Salman, sejalan dengan rencana reformasi Visi 2030 yang bertujuan untuk mengembangkan ekonomi dan mereformasi beberapa aturan sosial negara.

Baru-baru ini, Arab Saudi telah mengeluarkan aturan baru bari para turis asing setelah pemerintah membuka visa turis untuk 49 negara September lalu.

Reporter Magang: Denny Adhietya (mdk/pan)

Baca juga:
Bertemu di Saudi, Jurnalis Ilham Bintang Ungkap Luasnya Kediaman Rizieq Shihab
Amerika akan Kirim 14.000 Pasukan ke Timur Tengah untuk Hadapi Iran
Tunangan Minta Dilakukan Penyelidikan Internasional Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi
Video Turis Korea Marah-Marah Karena Toko di Saudi Tutup Saat Waktu Salat
Saudi Kembali Tangkap Sembilan Kritikus Kerajaan, Termasuk Jurnalis dan Aktivis
Saudi dan Indonesia Negosiasi Soal Rizieq

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.