Ribuan Orang di Berbagai Kota di AS Gelar Unjuk Rasa Dukung Palestina

Ribuan Orang di Berbagai Kota di AS Gelar Unjuk Rasa Dukung Palestina
Demo Protes Israel di Sejumlah Negara. ©2021 REUTERS/Johanna Geron
DUNIA | 16 Mei 2021 15:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ribuan pengunjuk rasa pro Palestina turun ke jalan di berbagai kota seperti Los Angeles, New York, Boston, Philadelphia, dan kota-kota lainnya di seluruh Amerika Serikat, menuntut diakhirinya serangan udara mematikan Israel di Jalur Gaza.

Di Los Angeles pada Sabtu, para pengunjuk rasa melambaikan tanda yang bertuliskan “Free Palestine” menutup lalu lintas di jalan utama. Sementara di New York, massa berbaris melalui Brooklyn sembari meneriakkan “Bebaskan, bebaskan Palestina” dan “Dari sungai sampai ke laut, Palestina akan merdeka.”

Beberapa orang juga membawa plakat bertuliskan, “Bukan atas nama saya” dan “Solidaritas bersama Palestina”.

“Saya di sini karena saya ingin kehidupan warga Palestina sama dengan kehidupan orang Israel dan hari ini tidak begitu,” kata seorang pengunjuk rasa, Emraan Khan (35), seorang ahli strategi perusahaan dari Manhattan saat dia mengibarkan bendera Palestina di Brooklyn, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (16/5).

“Ketika Anda punya negara bersenjata nuklir dan penduduk desa negara lain hanya punya batu, jelas siapa yang patut disalahkan,” imbuhnya.

Alison Zambrano (20), seorang mahasiswa yang datang dari Connecticut untuk demo mengatakan: “Orang Palestina punya hak untuk hidup merdeka dan anak-anak di Gaza seharusnya tidak dibunuh.”

Warga asal Palestina, Mashhour Ahmad (73), mendesak Presiden AS Joe Biden “berhenti mendukung pembunuhan”.

“Dukung lah para korban, hentikan penindasa,” ujar Ahmad, menyebut kekerasan militer Israel terhadap warga Palestina sebagai “genosida”.

Para pengunjuk rasa marah atas kekerasan enam hari yang membuat 145 warga Palestina tewas di Gaza dan 10 tewas dari pihak Israel.

Beberapa jam sebelum unjuk rasa, Israel terus melakukan tindakan brutalnya di Gaza, membunuh satu keluarga yang terdiri dari 10 orang di sebuah kamp pengungsi dan menghancurkan gedung yang menjadi kantor media asing seperti Al Jazeera dan The Associated Press.

Para pemimpin Israel dan Palestina tidak menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi, di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk terus bertempur di Gaza “sepanjang dibutuhkan”, sementara pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan perlawanan pihaknya tidak akan berhenti.

Baca Selanjutnya: Demo di AS juga bertepatan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami