Hot Issue

Rumitnya Distribusi Vaksin Covid-19, Ruang Penyimpanan Harus Minus 70 Derajat Celcius

Rumitnya Distribusi Vaksin Covid-19, Ruang Penyimpanan Harus Minus 70 Derajat Celcius
DUNIA | 13 November 2020 07:10 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ketika vaksin Covid-19 Pfizer Inc dan BioNTech SE keluar dari jalur produksi, Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co akan menunggu untuk mendistribusikannya melalui sistem gudang penyimpanan beku di bandara, kendaraan berpendingin, dan titik inokulasi yang rumit dan mahal di seluruh China.

Setelah sampai pada pusat vaksinasi, suntikan harus dicairkan dari -70 derajat celcius dan disuntikkan dalam lima hari, jika tidak vaksin akan rusak.

Kemudian perjalanan besar-besaran dari gudang pembekuan ke orang yang divaksin harus dilakukan ulang - untuk memberikan suntikan penguat kedua sebulan kemudian.

Peta jalan yang dibuat oleh perusahaan, yang telah melisensikan vaksin untuk China Raya, menawarkan gambaran sekilas tentang tantangan logistik yang sangat besar dan menakutkan yang dihadapi oleh mereka yang ingin memberikan vaksin eksperimental Pfizer setelah menunjukkan hasil awal yang "luar biasa" dari uji coba tahap akhir. Hasil uji coba vaksin Pfizer ini meningkatkan harapan akan berakhirnya pandemi yang telah melanda dunia hampir selama setahun ini.

Euforia itu berkurang dengan munculnya kesadaran bahwa tidak ada vaksin yang digunakan saat ini yang pernah dibuat dari teknologi pembawa RNA yang digunakan dalam suntikan vaksin Pfizer, yang menginstruksikan tubuh manusia untuk memproduksi protein yang kemudian mengembangkan antibodi pelindung.

Artinya, sejumlah negara perlu membangun dari awal produksi, penyimpanan, dan jaringan transportasi berpendingin agar vaksin dapat bertahan hidup. Untuk mencapai ini perlu investasi dan koordinasi besar-besaran dan hanya negara-negara kaya yang dijamin memiliki akses untuk menyediakan semua persyaratan ini.

"Produksinya mahal, komponennya tidak stabil, juga memerlukan rantai transportasi berpendingin dan memiliki umur simpan yang pendek," jelas Ding Sheng, direktur Institut Penemuan Obat Kesehatan Global yang berbasis di Beijing, yang telah menerima dana dari Yayasan Bill & Melinda Gates, dikutip dari Fortune, Kamis (12/11).

Baca Selanjutnya: Banyak rintangan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami