Rusia dan Libanon bahas rencana pemulangan pengungsi Suriah

DUNIA | 25 Juli 2018 12:14 Reporter : Farah Fuadona

Merdeka.com - Rusia dan Libanon membicarakan rencana Moskow mengenai pemulangan besar-besaran pengungsi Suriah ke tanah air mereka, kata kantor Perdana Menteri Libanon, Selasa.

Kantor PM itu mengatakan bahwa Libanon berharap prakarsa Kremlin tersebut dapat menangani keadaan, yang disebutnya "krisis perpindahan".

Badan urusan pengungsi UNHCR mengatakan terdapat sekitar satu juta warga Suriah di Libanon, yang menjadi seperempat dari jumlah keseluruhan penduduk negara itu. Pemerintah Libanon menyebutkan pengungsi Suriah tersebut berjumlah sekitar 1,5 juta orang.

Pada pekan lalu, Rusia mengatakan membentuk Pusat Penerimaan, Penempatan dan Penampungan Pengungsi untuk membantu ratusan ribu pengungsi kembali ke negara mereka dari luar negeri.

Perdana Menteri Saad al-Hariri membahas rencana itu dengan para pejabat dari Kedutaan Besar Rusia di Beirut pada Selasa. Pada akhir pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengirimkan seorang wakil khusus ke Beirut bersama wakil menteri luar negeri dan seorang pejabat kementerian pertahanan untuk melanjutkan pembicaraan, kata kantor Hariri, dikutip dari Antara.

"Hariri merasa gembira atas peta jalan yang disiapkan Kementerian Pertahanan Rusia, berharap bahwa koordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai pihak terkait lainnya akan membentuk upaya serius untuk menangani krisis perpindahan," kata kantornya.

Perang Suriah telah menewaskan sekitar setengah juta orang, membuat 5,6 juta terpaksa pergi ke luar negeri dan 6,6 juta lainnya mengungsi di dalam negeri.

Karena tentara Suriah, yang didukung Iran dan Rusia, telah mengendalikan lebih banyak wilayah, sejumlah pejabat Libanon telah menggencarkan imbauan agar para pengungsi pergi ke daerah-daerah di Suriah, yang tidak lagi ada kekerasan.

Pejabat PBB serta negara-negara donor untuk Libanon mengatakan keadaan di Suriah belum sepenuhnya memungkinkan bagi para pengungsi untuk kembali. Namun dalam beberapa pekan belakangan ini, pihak berwenang Libanon telah membantu pemulangan ratusan warga Suriah dari Arsal, sebuah daerah perbatasan dengan Libanon.

Kelompok terdiri atas ratusan orang telah berangkat menuju Suriah pada Senin.

Pada Senin, Presiden AS Donald Trump dan Putin membahas pemulangan para pengungsi. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihaknya telah mengajukan usul kepada Washington untuk membuat suatu rencana aksi bersama guna membawa para pengungsi kembali ke tempat tinggal mereka sebelum perang pecah pada 2011.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa di antara usulan tersebut adalah soal pembentukan kelompok pemantauan beranggotakan Rusia, AS dan Yordania di Amman serta kelompok serupa di Libanon.

Kementerian itu mengatakan bahwa lebih dari 1,7 juta pengungsi Suriah bisa kembali ke tanah air mereka dalam waktu dekat.

Baca juga:
Rusia: 1,7 Juta pengungsi Suriah bisa kembali pulang dalam waktu dekat
Warga Suriah rindukan perdamaian setelah 7 tahun dilanda konflik
Asa baru bocah berkaki kaleng asal Suriah
Sosok Yusra, pengungsi cantik Suriah yang jadi perenang Olimpiade
Dilema Indonesia sebagai negara transit para pengungsi
500 Pengungsi Suriah di Libanon kembali ke negaranya secara sukarela

(mdk/frh)