Rusia Keluarkan Status Darurat Setelah Puluhan Beruang Kutub Menginvasi Kota
DUNIA | 12 Februari 2019 15:05 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sebuah kepulauan terpencil di utara Rusia telah menyatakan keadaan darurat setelah invasi beruang kutub memicu kekhawatiran penduduk wilayah itu. Sejak Desember 2018, setidaknya 52 beruang kutub terlihat di sekitar Belushya Guba, sebuah kota di kepulauan Novaya Zemlya, yang terletak di Samudra Arktik.

Keadaan darurat dikeluarkan 9 Februari. "Karena adanya invasi massal beruang kutub di kawasan perumahan," kata Alexander Minayev, wakil kepala pemerintahan Novaya Zemlya, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Time, Selasa (12/2).

"Warga, sekolah dan taman kanak-kanak menyampaikan banyak keluhan lisan dan tertulis yang menuntut kepastian keamanan di permukiman, bunyi pernyataan itu. Orang-orang ketakutan. Mereka takut meninggalkan rumah dan rutinitas sehari-hari mereka terganggu. Orang tua takut membiarkan anak-anak pergi ke sekolah atau taman kanak-kanak."

Dalam sebuah wawancara dengan TASS, kepala administrasi lokal Zhigansha Musin mengatakan ilegal memusnahkan beruang kutub di Rusia. Dia juga mengatakan fenomena seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Saya sudah berada di Novaya Zemlya sejak 1983. Tidak pernah ada invasi massal beruang kutub," ujarnya.

Diperkirakan kenaikan suhu global telah berkontribusi pada pengurangan ukuran habitat es beruang kutub. Akibatnya memaksa mereka ke darat untuk jangka waktu yang lebih lama.

Baca juga:
Rusia Mulai Khawatir Kekuasaan Maduro di Venezuela Bakal Lengser
Apple Dikabarkan Mengikuti Aturan Rusia Tentang Lokalisasi Data
Ikuti Jejak AS, Rusia Tunda Kesepakatan Nuklir Pascaperang Dingin
Dua Negara Ini Jadi Ancaman Serangan Intelijen dan Siber Terbesar bagi AS
Rusia: Skenario Militer di Venezuela akan Jadi Bencana
Mengaku Tentara, Pria Mabuk Berusaha Bajak Pesawat di Rusia

(mdk/noe)