Rusia Kirim 400 Kontraktor Militer ke Venezuela, Siap Cegah Intervensi Militer AS

DUNIA | 5 Maret 2019 08:04 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Ketua DPR Rusia Valentino Matvienko mengatakan kepada Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez yang tengah berkunjung ke Rusia, negaranya akan melakukan apa pun untuk menghindari intervensi militer terhadap Venezuela.

"Kami sangat prihatin dengan kabar Amerika Serikat akan melakukan provokasi apa pun untuk memulai pertumpahan darah dan mencari pembenaran untuk intervensi militer di Venezuela," ujar Matvienko, seperti dilansir laman Bloomberg, Senin (4/3).

"Kami akan lakukan apa pun untuk menghindari ini. Kami yakin krisis di Venezuela yang secara tidak langsung diciptakan oleh AS bisa diselesaikan dengan damai, melalui dialog dengan semua kekuatan politik yang ada," kata dia, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Rusia, Tass.

Dikutip dari laman the Washington Times, awal bulan lalu Rusia mengirimkan 400 kontraktor militernya ke Venezuela setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Tindakan Rusia itu memicu spekulasi Moskow tengah memperkuat pasukan pengamanan bagi Maduro atau bahkan menyiapkan rencana evakuasi baginya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengkritik pendirian AS di Venezuela melalui sambungan telepon kepada sejawatnya, Mike Pompeo Sabtu lalu. Pemerintah AS menerapkan sanksi kepada para pejabat Venezuela yang memblokade konvoi bantuan kemanusiaan di tengah kondisi ekonomi negara itu yang berada di tubir jurang keruntuhan ekonomi.

Dalam sambungan telepon, Lavrov menuturkan kepada Pompeo, tindakan AS itu adalah bentuk dari campur tangan terang-terangan terhadap negara berkedaulatan.

"Pengaruh buruk dari luar dengan dalih hipokrit bantuan kemanusiaan ini tidak ada kaitannya dengan demokrasi," kata Lavrov keras.

Matvienko mengatakan Rusia sangat khawatir AS tengah merekayasa provokasi dengan tujuan mengerahkan tentara dan bantuan militer kepada pihak oposisi di Venezuela.

"Kami sangat takut AS akan merekayasa provokasi untuk menimbulkan pertumpahan darah dan mencari-cari alasan dan dalih untuk intervensi di Venezuela," kata dia. "Tapi kami akan lakukan apa pun untuk mencegah ini."

"Saya yakin Anda bisa melihat Rusia merasakan simpati dan solidaritas atas apa yang terjadi di Venezuela dan mendukung pemerintahan yang diakui untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaannya," kata Matvienko.

Moskow mendukung Presiden Nicolas Maduro setelah pemimpin oposisi Juan Guaido Januari lalu mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dan langsung didukung oleh AS. (mdk/pan)

Baca juga:
AS Akan Habisan-habisan Lengserkan Nicolas Maduro
Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Makan Sampah
Brasil Tak Akan Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Serang Venezuela
Situasi di Perbatasan Venezuela-Brasil Kian Memanas, 3 Orang Tewas
Venezuela Tutup Tiga Jembatan di Perbatasan Kolombia
Rusia: AS Sedang Kirim Pasukan Khusus dan Senjata ke Perbatasan Venezuela

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.