Rusia Klaim Senjata Ukraina yang Dikirim Barat Tersebar di Pasar Gelap Timur Tengah

Rusia Klaim Senjata Ukraina yang Dikirim Barat Tersebar di Pasar Gelap Timur Tengah
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu. ©Reuters
DUNIA | 6 Juli 2022 17:19 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Rusia mengklaim sejumlah senjata yang dikirim Barat ke Ukraina tersebar di seluruh Timur Tengah dan berakhir di pasar gelap.

Dalam pidatonya di televisi, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, Ukraina sejauh ini telah menerima lebih dari 28.000 ton kargo militer dan beberapa senjata tersebut muncul di Timur Tengah.

Namun Shoigu tidak menyertakan bukti untuk memperkuat klaimnya.

"Dengan harapan untuk memperpanjang konflik di Ukraina, sekumpulan negara Barat terus memasok senjata dalam skala besar ke rezim Kiev," jelasnya, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (6/7).

"Menurut informasi yang kami miliki, sejumlah senjata asing yang dipasok Barat ke Ukraina menyebar di seluruh kawasan Timur Tengah dan juga berakhir di pasar gelap."

Pada Senin, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukannya untuk menembus semakin dalam ke wilayah Donbas di Ukraina timur setelah pasukan Moskow merebut kota strategis Lysychansk.

Shoigu menyampaikan kepada Putin pada Senin, pasukan mereka sekarang menguasai penuh daerah Luhansk. Shoigu mengatakan Rusia kana terus melanjutkan "operasi militernya" di Ukraina sampai akhir.

"Operasi militer khusus akan berlanjut sampai tugas yang ditetapkan panglima tertinggi dirampungkan," jelasnya.

Moskow menyebut invasinya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus". (mdk/pan)

Baca juga:
AS Beri Senjata Canggih ke Ukraina buat Lawan Rusia, Dahsyat saat Diluncurkan
Di Tengah Perang Ukraina Warga Rusia Ramai-Ramai Datangi Peramal
Kunjungi Ukraina-Rusia Demi Perdamaian, Jokowi Dinilai Pantas Raih Nobel
Pengusaha Nilai Dampak Perang Rusia-Ukraina Lebih Aman Dibanding Pandemi, Benarkah?
Ukraina Bombardir Kota di Rusia, Tiga Orang Tewas & Puluhan Rumah serta Gedung Rusak

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini