Rusia Minta AS Bayar Kompensasi Jika Terbukti Covid Berasal dari Kebocoran Labnya

Rusia Minta AS Bayar Kompensasi Jika Terbukti Covid Berasal dari Kebocoran Labnya
Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
DUNIA | 7 Juli 2022 12:25 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Rusia menyampaikan Amerika Serikat (AS) harus membayar kompensasi atas kerusakan yang disebabkan karena pandemi Covid-19 jika terbukti virus corona berasal dari kebocoran laboratorium bioteknologi di AS.

Hal ini disampaikan Ketua DPR Rusia, Vyacheslav Volodin pada Rabu. Dia mengutip pernyataan ketua komisi Covid-19 di jurnal kedokteran The Lancet, Jeffrey Sachs, yang mengatakan Covid-19 bukan berasal dari tempat alami tapi dari laboratorium bioteknologi AS.

Volodin mengatakan pemerintah AS tidak akan menanggapi pernyataan Sachs karena Presiden Joe Biden "takut dunia akan mengetahui kebenaran terkait pelaku sebenarnya dari pandemi," seperti dikutip dari laman Russia Today, Kamis (7/7).

Dia mengatakan, jutaan orang yang menderita karena terpapar virus corona, termasuk para korban meninggal, serta krisis ekonomi akibat pandemi adalah tanggung jawab AS.

"AS harus membayar kompensasi kerusakan kepada semua negara terdampak," cetusnya.

Dia juga meminta AS harus menghentikan penelitian senjata biologinya, mengacu pada jaringan laboratorium biologi yang menyebar di seluruh dunia yang mendapat pendanaan dari Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan Pantagon. AS mengatakan laboratorium tersebut digunakan untuk mendeteksi kemunculan patogen, tapi beberapa negara termasuk Rusia dan China meyakini itu merupakan penelitian militer klandestin.

Sebelumnya Jeffrey Sachs mengatakan, walaupun "kita tidak tahu pasti", tapi ada bukti cukup merujuk ke dugaannya ini dan itu harus diteliti. Saschs menyesali teori versinya ini tidak diselidiki baik di AS atau di tempat lain.

Pada Mei lalu, Sachs bersama profesor farmakologi dan terapi molekuler Universitas Columbia Neil Harrison menulis sebuah artikel di Proceedings of the National Academy of Sciences, menyatakan Covid-19 berasal dari sebuah laboratorium. Dalam makalah itu, Sachs dan Harrison meminta transparansi yang lebih luas lembaga federal dan universitas AS, dengan alasan banyak bukti terkait tidak diungkapkan.

Menurut kedua akademisi tersebut, basis data virus, sampel biologis, pengurutan genom virus, komunikasi surel, dan catatan laboratorium bisa membantu memperjelas asal usul pandemi. Namun, tak satu pun dari bahan-bahan tersebut menjadi sasaran "penelitian yang independen, transparan, dan ilmiah."

Sebagai indikasi Covid-19 berasal dari laboratorium, penulis mengungkap fakta bahwa pengurutan delapan asam amino pada mahkota protein virus corona mirip dengan urutan asam amino yang ditemukan di sel saluran udara manusia.

Virus corona yang sangat menular ini pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada akhir 2019. Virus lalu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, di mana beberapa gelombang infeksi sampai Mei 2022 menewaskan jutaan orang. (mdk/pan)

Baca juga:
China Lockdown 1,7 Juta Penduduk Anhui Setelah Kasus Baru Covid Naik
Belakangan Makin Banyak Warga AS Ubah Sikap Jadi Anti-Vaksin, Alasannya Mengejutkan
Politikus Hong Kong Positif Covid Setelah Berfoto dengan Xi Jinping
Peneliti Jurnal Lancet: Covid-19 Kemungkinan Berasal dari Laboratorium AS

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini