Rusia Minta Izin WHO untuk Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik V

Rusia Minta Izin WHO untuk Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik V
DUNIA | 28 Oktober 2020 09:32 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Badan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah mengajukan permohonan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar vaksin virus corona Sputnik V masuk dalam Daftar Penggunaan Darurat dan mendapatkan label prakualifikasi.

Prosedur tersebut akan memungkinkan vaksin Sputnik V dimasukkan ke dalam daftar produk medis yang memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kemanjuran terkemuka, kata CEO RDIF Kirill Dmitriev melalui pernyataannya seperti dikutip Reuters, Rabu (28/10).

Daftar Penggunaan Darurat (Emergency Use Listing/EUL) dimaksudkan untuk membuat vaksin tersedia secara global lebih cepat, sedangkan prakualifikasi WHO adalah label kualitas global yang memastikan vaksin aman dan efektif.

Rusia adalah negara pertama yang memberikan persetujuan aturan vaksin virus corona jenis baru.

Persetujuan itu diberikan sebelum uji coba skala besar selesai sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan dan dokter tentang keamanan dan kemanjuran vaksin tersebut.

Sputnik V, yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Gamaleya Moskow dan dipasarkan oleh RDIF, didasarkan pada platform organisme adenovirus pada manusia. (mdk/bal)

Baca juga:
Ini Perbedaan Herd Immunity Melalui Vaksin dan Infeksi
Mengenal Fase Pengujian Pembuatan Vaksin
Jamin Keamanan, Pemerintah Pastikan Pengadaan Vaksin di RI Mengikuti Standar WHO
Pemerintah Gandeng 3 Perusahaan Swasta Produksi 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19
Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Halal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami