Saran Pakar agar Terhindar Covid-19 saat Liburan di Pantai saat New Normal

Saran Pakar agar Terhindar Covid-19 saat Liburan di Pantai saat New Normal
DUNIA | 7 Juni 2020 07:30 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pantai adalah salah satu objek wisata yang ditutup di berbagai negara untuk menghentikan penyebaran virus corona. Sejumlah negara yang telah memperlonggar lockdown dan merancang kenormalan baru (new normal), pantai adalah salah satu tempat yang dibuka kembali.

Apakah pantai yang kerap menjadi pusat kerumunan menjadi rentan sebagai tempat penyebaran virus corona?

Dengan pasir, keringat, dan kerumunan orang, pantai dapat menjadi tempat berkembang biaknya pandemi. Namun menurut para ahli medis, elemen pantai tertentu menimbulkan ancaman lebih besar daripada yang lain.

Berikut adalah apa yang ditunjukkan sejumlah penelitian dan para ahli tentang bagaimana mencegah potensi penularan Covid-19 di pantai:

1 dari 4 halaman

Air Laut

Belum ada penelitian apakah virus novel corona baru atau secara teknis dikenal sebagai SARS-CoV-2, tetap aktif di air asin.

"Tidak jelas apakah berenang di pantai air asin meningkatkan risiko tertular Covid-19," menurut organisasi lingkungan nirlaba Amerika, Yayasan Surfrider, dilansir dari Alarabiya, Sabtu (6/6).

Namun, ada kemungkinan orang yang terinfeksi dapat melepaskan virus ke dalam air saat merendam wajah mereka, kata Charles Gerba, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi Universitas Arizona di Tucson, dalam sebuah wawancara dengan NBC News.

Karena kemungkinan ini, Gerba merekomendasikan yang terbaik adalah menjaga jarak sosial bahkan ketika berenang.

2 dari 4 halaman

Keringat

Berjemur di pantai dapat meningkatkan produksi keringat, tetapi itu tidak serta merta meningkatkan kemungkinan penularan virus corona.

"Penularan Covid-19 melalui tetesan keringat tidak mungkin sejauh yang kami tahu," kata Dr Arthur Reingold, kepala divisi epidemiologi dan biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas California Berkeley.

Namun, kegiatan yang menghasilkan keringat seperti olahraga kelompok dapat meningkatkan penyebaran Covid-19 karena kontak dekat. Karena itulah beberapa kota seperti Miami, Florida, melarang olahraga pantai seperti bola voli.

Reingold juga mengatakan, tak perlu khawatir bermain pasir pantai karena pasir adalah sumber transmisi COVID-19 yang “tidak mungkin”.

3 dari 4 halaman

Keramaian

Risiko utama penularan Covid-19 di pantai adalah melanggar jarak sosial, kata ahli epidemiologi Universitas Yale, Dr Kaveh Khoshnood, kepada Alarabiya.

Utamanya virus corona menyebar melalui tetesan pernapasan yang berhubungan dengan batuk, bersin, dan berbicara, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

“Tetesan ini dapat mendarat di mulut atau hidung orang-orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru. Penyebaran lebih mungkin terjadi ketika orang-orang berada dalam kontak dekat satu sama lain (dalam jarak sekitar 6 kaki)," kata CDC dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

Wakil Direktur Program Kebijakan Pandemi dan Keamanan Hayati Universitas A&M Texas, Dr Christine Blackburn merekomendasikan, orang-orang sebaiknya menghindari berkunjung ke pantai yang ramai di mana mereka tidak dapat menjaga setidaknya enam kaki jarak satu orang dengan yang lain.

"Berjalan di pantai daripada diam di satu titik akan mengurangi risiko karena Anda lebih bisa mengendalikan jarak Anda dari orang lain," kata Dr Blackburn dalam wawancara dengan Alarabiya.

4 dari 4 halaman

Peralatan Pantai

Dr Blackburn menyarankan, jika ingin ke pantai sebaiknya membawa perkakas atau peralatan sendiri seperti handuk. Memakai handuk sendiri lebih baik daripada menggunakan yang mungkin disediakan di pantai.

"Meskipun risiko penularan dari sesuatu seperti handuk pantai tidak mungkin, membawa sendiri semua (perkakas) dari rumah akan membantu mengurangi risiko lebih lanjut," sarannya.

Untuk peralatan pantai yang digunakan bersama seperti kursi dan payung, membersihkan dengan tisu desinfektan dapat membantu mengurangi transmisi Covid-19. (mdk/ded)

Baca juga:
Pasien Covid-19 di Wisma Atlet dan Pulau Galang Terus Berkurang
4 Fakta Bayi Usia 50 Hari Positif Corona di Cirebon, Sempat Dibawa ke Tempat Hajatan
Cara Mengatasi Kecemasan Berlebihan di Tengah New Normal, Harus Menerima dan Disiplin
RT di Menteng Dalam Karantina 5 Buruh Proyek yang Baru Tiba dari Daerah
Puluhan Orang 'Serbu' RS di Makassar, Ambil Paksa Jenazah PDP Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5