Satu Juta Lebih Warga London Siap Demo Tolak Kedatangan Donald Trump

DUNIA | 16 Mei 2019 12:10 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Lebih dari 1 juta warga London siap berdemonstrasi menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Inggris pada Juni mendatang. Demikian hasil dari sebuah survei yang dilakukan YouGov dan Universitas Queen Mary London.

Dilansir dari laman The Independent, Kamis (16/5), sebanyak 13 persen dari 8 juta penduduk London mengatakan kemungkinan akan bergabung dengan massa demonstrasi, dimana jumlah itu merupakan terbesar dalam sejarah Inggris.

Sementara itu, satu dari lima orang berusia 18 hingga 24 tahun berharap dapat ikut dalam barisan massa di jalan-jalan selama kunjungan kenegaraan Trump yang dijadwalkan pada 3-6 Juni mendatang.

Survei itu juga merilis, warga London dari semua tingkatan usia menolak kedatangan Trump dengan selisih lebih dari dua banding satu, dengan 54 persen menolak dan 24 persen mendukung kunjungan tersebut.

Dalam kunjungannya tahun lalu, Trump menghindari Kota London karena tak ingin dihadapkan dengan pengunjuk rasa. Sementara dalam rencana kunjungan Juni nanti, Trump dan ibu negara Melania Trump akan menikmati sambutan penuh kemegahan dan upacara kunjungan kenegaraan, termasuk perjamuan di Istana Buckingham - meskipun beberapa tokoh politik terkemuka akan memboikotnya.

Kunjungan ini akan bertepatan dengan upaya terakhir Perdana Menteri Inggris, Theresa May untuk melewati kesepakatan Brexit-nya. Dalam kunjungan Juli 2018, saat bertemu May di rumah dinasnya, saat itu diperkirakan 250 ribu orang melakukan protes di jalan-jalan pusat Kota London.

Ditanya terkait unjuk rasa terorganisir, 13 persen responden mengatakan mereka "sangat" atau "cukup" cenderung mengikuti unjuk rasa, dimana 16 persen responden merupakan pendukung Partai Buruh dan 20 persen pendukung Demokrat Liberal.

Pada prinsipnya, sekitar 54 persen warga London menentang kunjungan Trump, dengan 70 persen merupakan pemilih Partai Buruh dan 77 persen pemilih Demokrat Liberal menentangnya. Bahkan 26 persen pemilih Tory menentangnya.

Pidato kehormatan Trump di Westminster Hall juga ditolak setelah Ketua DPR Britania Raya, John Bercow, memberlakukan larangan pada isu rasisme dan seksisme Trump.

Dalam kunjungannya, Trump dijadwalkan berdialog dengan May di Downing Street dan menghadiri pameran militer di Portsmouth untuk memperingati momen kritis dalam Perang Dunia Kedua pada 5 Juni. Perwakilan dari Kanada, Prancis, Australia, Selandia Baru dan sejumlah negara lain, termasuk Jerman, juga diundang untuk menghadiri acara tersebut.

Baca juga:
Trump Gelar Buka Puasa Di Gedung Putih, Serukan Toleransi dan Perdamaian
Donald Trump Gelar Buka Puasa Bersama di Gedung Putih
Perang Dagang AS-China Kian Memanas, Trump Bakal Bertemu Xi Jinping di KTT G20
Balas Amerika Serikat, China Naikkan Tarif Impor Produk AS Mulai 1 Juni
Perang Dagang Berlanjut, Bagaimana Ekonomi Global dan Indonesia?
Pria AS Terancam Bui 140 Tahun karena Ancam Bunuh Trump

(mdk/pan)