Saudara Kandung Pemimpin Taliban Tewas dalam Bom Masjid Pakistan

DUNIA | 17 Agustus 2019 12:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Saudara laki-laki Pemimpin Taliban Afghanistan, Haibatullah Akhunzada tewas akibat bom yang meledak dalam sebuah masjid di Pakistan, seperti ditulis Sabtu (17/8).

"Benar bahwa saudara laki-laki Akhunzada, Hafiz Ahmadullah telah tewas dalam ledakan itu," kata sumber senior Taliban membenarkan.

Kepada Al Jazeera, sumber Taliban yang tidak disebutkan namanya itu juga mengatakan bahwa dua keponakan Haibatullah terluka akibat bom tersebut.

Ledakan terjadi di Masjid Khair Ul Madarais, Kota Kuchlak, Quetta, Barat Daya Pakistan. Ketika ledakan terjadi, Hafiz Ahmadullah tengah memimpin salat Jumat di sana.

"Masjid ini (Khair Ul Madarais) adalah tempat di mana sebagian besar anggota Taliban biasa bertemu dan berdiskusi," ungkap sumber Taliban yang dikutip oleh Al Jazeera.

Dikatakan, pada 2016 lalu Haibatullah menyerahkan masjid tersebut kepada Ahmadullah, dan memintanya menjadi pemimpin kelompok Taliban di sana.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, setidaknya empat orang tewas dalam peristiwa tersebut. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penyerangan tempat ibadah itu.

Dilansir dari Al Jazeera, ledakan berasal dari bom waktu yang diletakkan tepat di bawah kursi imam salat. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa hari setelah pertemuan antara perwakilan Taliban dan pejabat Amerika Serikat di Ibu Kota Doha, Qatar, Sabtu (3/8).

Perselisihan Taliban dan Amerika berawal sejak pasukan Amerika memasuki wilayah Taliban dan menggulingkan kelompok bersenjata tersebut, pada 2001. Setelah digulingkan oleh AS, Quetta Shura atau dewan pimpinan Taliban mengungsi ke Quetta, ibu kota provinsi Balochista, dekat perbatasan Pakistan dan Afghanistan.

Sejak tahun lalu, kedua pihak telah mengadakan sejumlah diskusi mengenai perjanjian perdamaian. Di mana, pertemuan Sabtu (3/8) lalu itu dikabarkan menjadi perundingan terakhir mereka.

Fokus perjanjian damai itu mencakup empat masalah, antara lain jaminan bahwa Taliban tidak akan menjadikan Afghanistan sebagai landasan bagi kelompok bersenjata untuk menyerang negara lain, penarikan penuh pasukan AS dan NATO, dialog intra-Afghanistan, serta gencatan senjata permanen.

Taliban, telah lama meminta penarikan penuh pasukan asing yang menduduki Afghanistan. Al Jazeera mencatat, setidaknya 14.000 tentara AS disiagakan di Afghanistan. Selain pasukan AS, sekitar 17.000 tentara yang berasal dari 39 sekutu NATO, dan negara-negara mitra lainnya juga berada di sana.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
Bom Waktu Meledak di Masjid Pakistan, 4 Orang Tewas
Empat Tentara Pakistan Tewas Terkena Bom
Situasi Mencekam Usai Serangan Bom di Pos Polisi Pakistan
Serangan Bom di Pakistan, Empat Polisi Tewas
Bulan Ramadan, Teror Bom Meledak Dekat Masjid Sufi di Pakistan
Bom bunuh diri dekat TPS saat Pemilu di Pakistan, 30 orang tewas
Bom bunuh diri saat kampanye pemilu di Pakistan, 132 orang tewas

(mdk/did)