Saudi sebut Suriah tanah jajahan

DUNIA | 25 Juni 2013 23:04 Reporter : Vincent Asido Panggabean

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al-Faisal hari ini mengatakan Suriah bisa dianggap sebagai tanah jajahan. Hal ini diungkapkan dia saat menggelar jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (25/6), Faisal menjelaskan intervensi dari Iran dan Hizbullah di Suriah dianggap sangat berbahaya. Dia mengatakan pasukan oposisi harus diberikan bantuan militer untuk membela diri mereka.

Lelaki 73 tahun itu menyatakan Saudi tidak bisa tinggal diam terhadap intervensi Iran. Dia juga menyerukan sebuah resolusi untuk melarang bantuan senjata yang mengalir ke pasukan pemerintah Suriah.

Kerry hari ini menuju Arab Saudi dengan harapan adanya koordinasi dukungan untuk kelompok oposisi Suriah di tengah ketakutan bahwa perang sipil akan memberikan ruang bagi kelompok ekstremis.

Kerry akan menghabiskan selama beberapa jam di sebelah barat Kota Jeddah dan melakukan pembicaraan dengan pemimpin Saudi, yang secara terang-teranga menentang dan memerangi Presiden Suriah Basyar al-Assad.

Presiden Amerika Barack Hussein Obama berhati-hati tentang keterlibatan Negeri Adidaya itu dalam konflik yang mulai menjurus kepada kekerasan sektarian. Namun, Obama telah bersumpah untuk meningkatkan dukungan bagi kelompok pemberontak setelah menyimpulkan bahwa Assad telah melanggar peringatan dan menggunakan senjata kimia.

(mdk/fas)

TOPIK TERKAIT