Saudi Serukan Umat Islam Hindari Politisasi dalam Ibadah Haji

DUNIA | 11 Juli 2019 17:04 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Menteri Media Arab Saudi, Turki Al-Shabanah, menyerukan jemaah haji untuk tetap fokus pada ibadah dan menghindari 'slogan politik atau yang bersifat doktrin' dalam menjalankan haji.

Dilansir dari laman Middle East Monitor, Kamis (11/7), dalam pernyataan resmi yang dirilis kemarin usai rapat kabinet dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, Al-Shabanah memperingatkan, 'slogan politik tidak akan mendapat tempat dan pihaknya akan melakukan hal yang perlu dilakukan untuk mencegah hal itu terjadi dan mereka yang melanggar akan dikenai sanksi'.

Kabinet Saudi menyerukan jemaah haji 'menghindari segala hal yang bisa mengganggu ibadah haji dan kekhusyukannya.'

Pernyataan Saudi ini muncul setelah pekan lalu Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menulis di akun Twitternya menyinggung soal politik dalam berhaji.

"Mereka bilang dilarang mempolitisasi haji," ujar Khamenei di akun Twitternya Rabu pekan lalu.

"Menciptakan persatuan adalah masalah politik. Mendukung dan membela mereka yang ditindas di Dunia Islam, seperti di Palestina dan Yaman adalah masalah politik, sesuai dengan ajaran Islam dan wajib" kata dia.

Senada dengan pemerintah Saudi, Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdulkarim al-Issa mengecam segala upaya untuk mempolitisasi ibadah haji.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita SPA, al-Issa menyebut bangkitnya isu politik, sektarian, dan slogan partisan adalah dilarang dalam pelaksanaan haji.

Baca juga:
Hassa binti Salman, Putri Sang Raja Arab Saudi yang Tersangkut Hukum
Pakar HAM PBB Kecam Amerika yang Bungkam Atas Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi
Nicki Minaj Batalkan Konser di Arab Saudi karena Isu Pelanggaran HAM
Raja Salman Undang 1000 Keluarga Syahid Palestina Naik Haji
Maskapai Arab Saudi Batalkan Pembelian 737 Max, Boeing Kehilangan Rp83,4 Triliun
Menteri Jonan Tawarkan Investasi SPBU ke Uni Emirat Arab

(mdk/pan)