Sebulan Pascaledakan, Militer Lebanon Temukan 4,35 Ton Amonium Nitrat di Beirut

Sebulan Pascaledakan, Militer Lebanon Temukan 4,35 Ton Amonium Nitrat di Beirut
Ledakan di Beirut, Lebanon. Twitter/@BBCWorld ©2020 Merdeka.com
DUNIA | 4 September 2020 08:59 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Angkatan Darat Lebanon pada Kamis menyampaikan, pihaknya menemukan lebih dari 4 ton amonium nitrat dekat Pelabuhan Beirut, sebulan setelah ledakan mematikan di lokasi yang sama. Ledakan dahsyat mengguncang ibu kota itu pada 4 Agustus lalu menewaskan hampir 200 orang.

Dikutip dari Alarabiya, Jumat (4/9), tim teknisi dari Angkatan Darat menemukan 4,35 ton bahan kimia tersebut di pintu masuk Pelabuhan Beirut, dekat Pintu Masuk 9, jelas sebuah pernyataan dari Angkatan Darat

Pada Kamis pagi, anjing penyelamat mengindikasikan kemungkinan korban selamat di bawah reruntuhan akibat ledakan bulan lalu.

Ledakan 4 Agustus disebabkan api yang membakar 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan. Ledakan menewaskan sedikitnya 190 orang, melukai lebih dari 6.000 lainnya dan 40 persen wilayah Beirut luluh lantak.

Kenapa amonium nitrat disimpan di pelabuhan selama sekitar tujuh tahun masih belum jelas. Namun pemerintah telah mengetahui keberadaan bahan kimia tersebut dan selama bertahun-tahun gagal memusnahkannya.

2 dari 2 halaman

Puluhan Tersangka Ditahan

ditahan

Semua tersangka berjumlah 25 orang yang telah diperiksa atas ledakan Pelabuhan Beirut 4 Agustus lalu sekarang ditahan pihak berwenang Lebanon. Hal ini diungkapkan salah satu sumber pengadilan kepada AFP pada Selasa.

Pihak berwenang sebelumnya telah menahan 21 tersangka atas ledakan yang dipicu timbunan amonium nitrat tersebut. Ledakan menewaskan lebih dari 180 orang, melukai 6.500 orang lainnya, dan meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Beirut.

Dikutip dari Alarabiya, Rabu (2/9), pada Selasa, hakim kepala penyelidikan Fadi Sawan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap empat tersangka terakhir setelah mereka diinterogasi, kata sumber tersebut.

Sumber menambahkan, mereka termasuk kepala intelijen militer di pelabuhan, seorang mayor di biro Keamanan Negara, dan dua anggota biro Keamanan Umum.

Dua biro keamanan tersebut, bersama tentara dan otoritas bea cukai Lebanon, merupakan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab dalam mengawasi keamanan pelabuhan.

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami