Sejumlah Pejabat Pelabuhan Jadi Tahanan Rumah Setelah Ledakan Dahsyat Beirut

Sejumlah Pejabat Pelabuhan Jadi Tahanan Rumah Setelah Ledakan Dahsyat Beirut
DUNIA | 6 Agustus 2020 12:11 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sejumlah pejabat pelabuhan Beirut ditetapkan jadi tahanan rumah sembari menunggu penyelidikan atas ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota tersebut, demikian disampaikan pemerintah Lebanon.

Ledakan tersebut menewaskan 135 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang lainnya. Penetapan status darurat nasional selama dua pekan telah dimulai.

Presiden Lebanon, Michel Aoun menyampaikan ledakan disebabkan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di dekat pelabuhan.

Kepala Bea Cukai, Badri Daher mengatakan pihaknya telah meminta agar bahan kimia tersebut dimusnahkan, tapi tak ditanggapi.

"Kami menyerahkan kepada para pakar untuk menentukan penyebabnya," ujarnya, dilansir BBC, Kamis (6/8).

Menteri Perekonomian, Raoul Nehme menyampaikan kepada BBC: "Saya pikir ini adalah ketidakmampuan dan manajemen yang sangat buruk dan ada banyak tanggung jawab dari manajemen dan mungkin pemerintah sebelumnya. Kami tidak ingin tetap diam setelah ledakan terkait siapa yang bertanggung jawab."

Penahanan rumah akan berlaku bagi semua pejabat pelabuhan "yang telah menangani urusan penyimpanan amonium nitrat, menjaga dan mengurus dokumennya" sejak Juni 2014, kata Menteri Penerangan Manal Abdel Samad.

Amonium nitrat digunakan sebagai pupuk pertanian dan sebagai bahan peledak.

Saat membuka rapat kabinet darurat pada Rabu, Presiden Aoun menyampaikan: "Tak ada kata yang bisa menggambarkan kengerian yang mengguncang Beirut tadi malam, mengubahnya ke dalam kota yang diguncang bencana."

Spesialis di Universitas Sheffield Inggris memperkirakan ledakan memiliki daya sepersepuluh kekuatan ledakan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang saat Perang Dunia II dan merupakan "salah satu ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah".

Baca Selanjutnya: Pemicu Ledakan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami