Selama 26 Tahun PNS India Dipindah Kerja 53 Kali karena Ungkap Kasus Korupsi

Selama 26 Tahun PNS India Dipindah Kerja 53 Kali karena Ungkap Kasus Korupsi
DUNIA | 21 Februari 2020 17:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Buruknya nasib pegawai negeri India yang telah dipindahkan 53 kali dalam 26 tahun menjadi subjek dari sebuah buku baru yang ditulis oleh dua jurnalis dan akan diterbitkan bulan depan.

Ashok Khemka (54), selama ini dihambat karirnya oleh para politisi karena terus mengungkap korupsi.

Kisah tentang bagaimana para politisi ketakutan ketika mendengar Khemka akan datang ke daerah mereka dan mereka sibuk memikirkan alasan-alasan untuk mengusirnya, diceritakan dalam buku "Just Transfered: The Untold Story of Ashok Khemka" oleh Bhavdeep Kang dan Namita Kala.

"Sepanjang karirnya, Khemka telah menderita karena kelakuan para politisi lantaran dia menolak berkompromi. Tindakan mereka yang memiliki kepentingan pribadi belum mampu mengguncang semangat Khemka yang tak tergoyahkan," tulis buku itu.

1 dari 2 halaman

Lebih dari Separuh Warga India Menyuap

Dikutip dari laman the Guardian, Jumat (21/2), Khemka mengatakan dia tidak menyebutkan nama mereka tetapi hanya menyerahkannya kepada penulis untuk menggali fakta tentang politisi yang terus memindahkannya, dan mengapa selalu seperti itu. Tempat menetapnya yang terlama adalah 19 bulan, sedangkan yang terpendek adalah satu minggu. Khemka dipindahkan rata-rata setiap enam bulan sekali.

Lembaga anti-korupsi Transparency International mengatakan dalam sebuah laporan tahun lalu, lebih dari separuh orang India membayar suap kepada polisi atau pejabat pemerintah lainnya. Hampir setengah anggota parlemen saat ini memiliki kasus pidana yang tertunda.

Khemka menjadi terkenal pada 2012 ketika dia membatalkan perjanjian tanah yang diduga ilegal oleh Robert Vadra, menantu pemimpin Partai Kongres Sonia Gandhi.

Dia saat ini "membusuk" - seperti yang dia katakan - di Departemen Arkeologi dan Museum di Negara Bagian Haryana.

2 dari 2 halaman

Terlepas dari pengalamannya, Khemka berharap agar pemuda India terus bergabung dengan pegawai negeri sipil.

Kamu harus terus melakukannya jika kamu ingin membawa perubahan. Mereka akan menderita kesulitan jika mereka adalah petugas yang jujur tetapi setiap pekerjaan memiliki kesulitannya," kata Khemka.

Istri dan kedua anaknya telah mengetahui banyak kesulitan Khemka. Mereka terus mencari rumah untuk disewa namun tidak dapat menatanya. Tepat ketika keluarganya akrab dengan suatu tempat, tiba saatnya mereka untuk pergi. Pada saat anak-anaknya menjalin pertemanan baru, mereka kembali harus pindah. Mereka telah pindah ke lebih banyak sekolah daripada yang ingin diingat Khemka.

Tetapi lebih dari kesulitan yang lain, pemindahan kerja itu adalah penghinaan yang paling menyakitkan.

"Itu adalah penghinaan yang saya dan keluarga saya merasa sulit untuk diterima," kata Khemka.

Reporter Magang :Roy Ridho (mdk/pan)

Baca juga:
Punya Banyak Penggemar, Trump Dianggap Dewa dan Disembah di India
Indonesia Masuk 3 Besar Negara dengan Pegawai Paling Optimis Soal Karir
Fans di India Sembah Patung Donald Trump
Sempat Ditunda, Pelaku Pemerkosaan Massal Dalam Bus di India akan Digantung 3 Maret
Filipina dan India Laporkan Kasus Pertama Virus Corona
Suzuki Indonesia Luncurkan XL7 Siang Ini, Model SUV Pesaing Rush dan Terios

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami