Semarang Jadi Salah Satu Kota Paling Bersih se-Asia Tenggara

DUNIA | 20 Januari 2020 19:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Asosiasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menetapkan Kota Semarang sebagai salah satu kota wisata paling bersih di kawasan Asia Tenggara. Kabar diumumkan pada acara ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020 yang digelar di Brunei Darussalam Kamis lalu.

ATF merupakan sebuah forum tahunan yang melibatkan industri pariwisata dari 10 negara anggota termasuk Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand dan Indonesia. Setiap tahunnya, ATF akan digelar di tempat yang berbeda secara bergantian. Kalau Brunei Darussalam menjadi tuan rumahnya pada tahun ini, Indonesia akan mendapat gilirannya pada tahun 2022.

Setiap dua tahun sekali, forum ini akan memberikan penghargaan kepada kota-kota wisata di kawasan ASEAN yang memenuhi kriteria sebagai ASEAN Clean Tourist City Standard.

Semarang berhasil meraih predikat sebagai kota terbersih setelah mengalahkan sejumlah kota wisata lainnya di Indonesia seperti Denpasar, Yogyakarta dan Bandung. Hal ini pun bukan suatu hal yang serta merta didapatkan begitu saja, lantaran mengetahui bahwa kota Semarang sempat masuk nominasi pada tahun 2017 namun belum berkesempatan meraih juara.

Kota Semarang akan memegang predikat sebagai kota wisata bersih sampai tahun 2022 mendatang.

1 dari 2 halaman

Predikat ini diharapkan bisa membawa pariwisata kota Semarang lebih jauh lagi, dengan target wisatawan yang tak hanya berasal dari dalam negeri, namun juga luar negeri terutama Asia Tenggara.

Penghargaan tersebut diterima oleh Sekda (sekretaris daerah) Kota Semarang Iswar Aminuddin sebab Wali Kota Hendrar Prihadi tidak bisa hadir.

Adapun sejumlah kota-kota lain yang mendapatkan predikat serupa adalah Vung Tau city, Quy Nhon city dan Hue city di Vietnam.

Tujuan ASEAN mengadakan ajang pemberian predikat ini adalah supaya negara-negara anggota ASEAN memiliki alat yang akan membantu meningkatkan kualitas pariwisata di kota mereka, meningkatkan pemasaran dan daya saing tetapi juga meningkatkan situasi penduduk lokal dan mata pencaharian mereka dengan mengurangi kemiskinan.

Tak hanya itu, hal ini juga dirancang untuk melindungi lingkungan sekaligus menjadi upaya dalam menanggapi dampak iklim. Dalam harapannya, negara-negara anggota ASEAN juga dapat sekaligus berkontribusi pada upaya pembangunan berkelanjutan (SDGs).

2 dari 2 halaman

Sangat penting untuk dicatat bahwa Rencana Strategis Pariwisata ASEAN 2011-2015 (ATSP) telah mengindikasikan peningkatan kemampuan pariwisata ASEAN untuk mengatasi masalah perubahan iklim sebagai salah satu tindakan prioritas untuk mencapai arahan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas di suatu wilayah.

Predikat ASEAN Clean Tourist City Standard juga memiliki beberapa indikator serta kriteria penilaian yang cukup rumit, sebelum akhirnya menetapkan kota-kota wisata sebagai kota terbersih di Asia Tenggara.

Dalam situs ASEAN dipaparkan sejumlah aspek yang menjadi indikator penilaian seperti: manajemen lingkungan, kebersihan, manajemen pengolahan limbah, membangun kesadaran tentang perlindungan dan kebersihan lingkungan, penyediaan ruang hijau, keselamatan kesehatan, dan keamanan kota serta infrastruktur dan fasilitas pariwisata.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Tempati Lapas Semarang, Kondisi Ratu Keraton Agung Sejagat Dipantau Petugas
Polisi Sebut Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat Sebar Pengaruh Sampai Sumatera
Pemprov Jateng Juara Turunkan Kemiskinan, Ganjar Sebut Berkat Kerja Keras Gus Yasin
Permaisuri Fanni Aminadia, Pencetus Ide Pendirian Keraton Agung Sejagat
Polda Jateng Datangkan Psikolog Periksa Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat
'Raja' & 'Ratu' Keraton Agung Sejagat Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.