Senjata AS Senilai USD 715 Juta Hilang dan Dicuri dalam Perang Lawan ISIS di Suriah

Senjata AS Senilai USD 715 Juta Hilang dan Dicuri dalam Perang Lawan ISIS di Suriah
DUNIA | 21 Februari 2020 07:35 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Laporan terbaru dari Pentagon mengungkapkan militer Amerika Serikat tidak mampu melacak keberadaan ratusan juta dolar senjata yang dikirimkan kepada sekutu mereka dalam perang melawan ISIS di Suriah.

Laman Newsweek melaporkan, Kamis (20/2), dalam laporan Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan yang dirilis Selasa lalu dikatakan para pejabat militer di Pasukan Gabungan Khusus (SOJTF) dan 1st Theater Sustainment Command (TSC) tidak mampu melacak persenjataan senilai USD 715 juta yang digunakan dalam perang melawan ISIS di Suriah.

Pentagon juga mengakui ribuan senjata mereka hilang atau dicuri.

Selama ini Pasukan Gabungan Khusus mengawasi jalannya operasi militer hari per hari dalam perang melawan ISIS. Mereka yang menentukan senjata apa yang digunakan dan diserahkan kepada para sekutu AS di lapangan, termasuk Pasukan Kurdi SDF yang memerangi ISIS.

1 dari 2 halaman

AS menempatkan persenjataan mereka di sebuah gudang senjata di Kuwait. Dari sanalah arus keluar masuk senjata itu berasal, dekat perbatasan Suriah.

Laporan Pentagon menyatakan personel Pasukan Gabungan Khusus tidak mengeluarkan persenjataan yang sudah diterima sehingga membuat gudang senjata penuh. Kondisi ini membuat mereka harus menaruh persenjataan di luar gudang di peti kemas kapal sehingga senjata-senjata itu rentan rusak atau jadi rongsokan.

Hampir 4.100 senjata, termasuk peluncur roket dan senjata mesin, yang ditaruh di peti kemas kapal.

2 dari 2 halaman

Tidak adanya catatan inventaris persenjataan menimbulkan kemungkinan senjata yang sama datang berkali-kali.

Persenjataan senilai USD 715 juta atau Rp9,8 triliun itu adalah bagian dari permintaan dana persenjataan oleh Departemen Pertahanan untuk periode 2017-2018.

Senjata-senjata buatan AS tersebar di Timur Tengah semasa ISIS masih berjaya di 2014. Militan ISIS juga menyita sejumlah senjata AS yang ditinggalkan pasukan Irak. Sebagian senjata ini juga jatuh ke tangan Al Qaidah yang sempat menjadi sekutu ISIS. (mdk/pan)

Baca juga:
Pemerintah Masih Kaji Pencabutan Status WNI Eks ISIS
Ditolak Negara Asalnya, Nasib Para Mantan Anggota ISIS di Suriah Terkatung-Katung
Jokowi Tak Perlu Keluarkan Keppres Terkait Pencabutan Status WNI Eks ISIS
Pemerintah Masih Mendata Anak WNI Eks ISIS yang Terpencar di Timur Tengah
Mahfud MD: Pencabutan Kewarganegaraan WNI Eks ISIS Tak Perlu Lewat Pengadilan
Demokrat Minta Pemerintah Jangan Terburu-buru Tangani WNI Eks ISIS

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami