Seperti Lebanon, Negara-Negara Ini Menyimpan Bahan Peledak Berjumlah Besar

Seperti Lebanon, Negara-Negara Ini Menyimpan Bahan Peledak Berjumlah Besar
Ledakan di Beirut. ©STR/AFP
DUNIA | 14 Agustus 2020 09:14 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon pekan lalu menjadi pengingat betapa berbahayanya menyimpan bahan peledak seperti ammonium nitrat tanpa pengamanan yang memadai.

Di Filipina, Ukraina, Georgia, Libya, Guinea-Bissau sejumlah amunisi peninggalan konflik masa lalu dan masa kini disimpan di lokasi yang dekat dengan pemukiman penduduk.

Menurut lembaga pengawas Small Arms Survei yang berbasis di Swiss, antara 1979 hingga Agustus tahun lalu hampir 30.000 orang di 101 negara tewas atau terluka karena ledakan amunisi di lokasi yang tidak disiapkan sebelumnya(UEMS).

Dari 606 insiden yang tercatat, hampir tiga per empatnya melibatkan amunisi milik negara. Salah satu ledakan terjadi di Brazzaville di Republik Kongo pada 2012 menewaskan lebih dari 500 orang.

Simon Conway, direktur senior lembaga amal pembersihan ranjau asal Inggris, Halo Trust, mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemerintah mengakui mereka punya gudang penyimpanan senjata yang tidak aman.

"Mereka menganggap itu bukan masalah sampai akhirnya meledak," kata dia.

Langkah selanjutnya adalah mencari orang yang punya keahlian untuk memindahkan tempat penyimpanan bahan peledak itu menjauhi kawasan pemukiman penduduk dan menghancurkannya.

"Tempat-tempat ini biasanya pengamanannya minim dan akan sangat mudah isinya hilang dan kemudian muncul menjadi alat peledak rakitan," kata Conway, seperti dilansir laman BBC, Rabu (12/8).

Setelah Beirut, di mana lagi lokasi-lokasi yang harus kita hindari? Daerah mana yang menurut para ahli berpotensi menjadi bom waktu?

2 dari 5 halaman

Filipina

seperti lebanon, negara-negara ini menyimpan bahan peledak berjumlah besar

Di sebuah pulau penuh ular di Teluk Manila ada sebuah gudang tua amunisi tentara Amerika Serikat pada masa Perang Dunia Kedua. Di dalamnya ada peluru-peluru berkarat, bahan peledak, mortir, bom, dan sejumlah proyektil yang berserakan di lantai sebuah bunker. Berpeti-peti bahan peledak dan bahan pembakar tertumpuk hingga hampir mencapai atap.

Halo Trust memperkirakan di Pulau Caballo dan lokasi lain di dekat situ ada total sekitar 1,6 juta bahan peledak dan berpotensi menghancurkan bandara lokal di Corregidor dan mengancam keselamatan kapal-kapal yang berlayar di sekitar Teluk Manila.

Conway sudah mendatangi lokasi ini bersama militer Filipina dan mengatakan di sana da sekitar 200.000 roket anti-serangan udara.

"Jika roket-roket itu meledak maka jelas akan berdampak pada bandara terdekat," kata dia.

Di Ibu Kota Manila ada sebuah pangkalan angkatan laut yang menyimpan persenjataan bekas Perang Dunia Kedua. Conway menuturkan, persenjataan bekas itu disimpan berdekatan dengan persenjataan modern.

Kejadian di Beirut membuat aparat berwenang di Filipina segera berdiskusi dengan Halo untuk mencari cara terbaik menyimpan persenjataan itu dengan aman.

3 dari 5 halaman

Gunea-Bissau

Salah satu lokasi paling membahayakan di Afrika Barat ada di negara Guinea- Bissau, tempat sejumlah bom pesawat tempur era Soviet berkarat karena panas dan lembap, tak jauh dari pemukiman penduduk. Berapa banyak benda mudah meledak itu tidak diketahui.

Sejumlah bom buatan tahun 1950-an dan diperkirakan sangat tidak stabil. Lokasi persenjataan itu tidak jauh dari kota kedua terbesar di negara itu, Bafata, dengan populasi 22.500 orang.

Pembicaraan dengan pemerintah tentang bagaimana menyimpan persenjataan itu dengan aman sudah berlangsung sejak 2005 namun prosesnya terhambat karena politik. Halo Trust mengatakan mereka sudah membangun gudang yang lebih aman tapi tak ada satu pun persenjataan lama yang dihancurkan.

4 dari 5 halaman

Libya

seperti lebanon, negara-negara ini menyimpan bahan peledak berjumlah besar

Libya menjadi lokasi peredaran persenjataan dan amunisi sejak revolusi 2011 yang menggulingkan rezim Muammar Qadafi. PBB memperkirakan ada lebih dari 200.000 ton amunisi di negara itu. Kondisi yang sudah di luar kendali pemerintah.

"Benda-benda macam ini sangat mudah diperjualbelikan ke mana pun," kata Conway.

Pada 6 Mei lalu ada ledakan di gudang amunisi di luar Kota Misrata dan beberapa hari kemudian terjadi lagi ledakan akibat rudal, roket, dan bom pesawat tempur meledak, menghancurkan kawasan sekitar dan menimbulkan korban yang tidak diketahui jumlahnya.

Halo sudah berupaya agar sisa persenjataan yang masih ada tidak meledak. Kini salah satu lokasi yang paling rawan adalah gudang senjata di Mizdah dari era-Qadafi yang berdekatan dengan sebuah kota dengan populasi 20.000 jiwa.

Orang-orang yang berusaha menyelesaikan masalah ini tidak hanya harus berhadapan dengan bahaya pandemi Covid-19 tapi juga perang saudara yang terus berlangsung di Libya.

5 dari 5 halaman

Ukraina

seperti lebanon, negara-negara ini menyimpan bahan peledak berjumlah besar

Seperti sebagian bekas negara Soviet, Ukraina memiliki jumlah gudang senjata peninggalan zaman Uni Soviet atau USSR.

Pada 2017 terjadi dua ledakan. Satu di sebelah timur Ukraine akibat simpanan rudal dan artileri meledak hingga 20.000 warga dalam radius 10 kilometer dari lokasi penyimpanan persenjataan itu harus dievakuasi.

Masih di tahun yang sama kemudian ada ledakan disebabkan bola api besar yang terlihat dari jarak cukup jauh dan menghancurkan sekitar 32.000 ton amunisi hingga berhamburan ke udara.

Baik Kazakhstan dan Uzbekistan, keduanya mengalami ledakan akibat gudang persenjataan yang tidak aman.

Para ahli amunisi kini berharap ada hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran dari peristiwa ledakan dahsyat di Beirut, yaitu tentang bagaimana dunia global untuk segera mengambil tindakan demi penyimpanan persenjataan yang lebih aman sebelum segalanya terlambat. (mdk/pan)

Baca juga:
Kisah Wanita Melahirkan Saat Ledakan Dahsyat di Beirut
Dokumen Ungkap Presiden & PM Lebanon Sudah Diingatkan Soal Bahan Peledak di Pelabuhan
PM Lebanon dan Seluruh Menteri Mundur Massal Sepekan Setelah Ledakan Beirut
Menteri Kehakiman Lebanon Mengundurkan Diri Setelah Ledakan Beirut
Sebut Pemerintahan Gagal, Menteri Lebanon Mundur Usai Tragedi Ledakan di Beirut
Terombang-ambing di Laut, Begini Cerita Pria Korban Selamat Ledakan Beirut
Hizbullah Bantah Punya Senjata di Pelabuhan Beirut
'Beirut Bisa Terhapus Dari Peta Jika Ammonium Nitrat Itu Jumlahnya Masih Utuh'
Petugas Pelabuhan Beirut Ditemukan Selamat di Laut 30 Jam Setelah Ledakan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami