Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 80 Tentara Yaman Saat Salat di Masjid

DUNIA | 20 Januari 2020 12:33 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Utusan PBB untuk Yaman Martin Griffith kemarin mengatakan sedikitnya 80 tentara Yaman tewas dan 130 lainnya luka akibat serangan rudal balistik dan drone. Griffith menuding serangan ini dilakukan oleh pemberontak Huthi yang didukung Iran.

"Saya sudah katakan sebelumnya, kemajuan yang sudah dicapai dalam penurunan ketegangan di Yaman ini sangat rawan. Serangan semacam itu bisa membuyarkan kemajuan selama ini," kata dia seraya menyerukan semua pihak yang berkonflik untuk menghentikan segala bentuk serangan dan fokus kepada kebijakan, seperti dilansir laman CNN, Minggu (19/1).

Serangan rudal dan drone itu terjadi Provinsi Marib Sabtu lalu di sebuah masjid di kamp militer. Presiden Yaman Abdur Rabu Mansur Hadi mengutuk serangan keji itu dan menyebut "teroris pengecut Huthi" sebagai pelakunya.

1 dari 2 halaman

Kementerian Pertahanan Yaman mengatakan serangan itu adalah "balasan atas kematian teroris Iran Qassim Sulaimani" yang tewas akibat serangan drone AS di Rak pada 3 Januari lalu. Namun pihak kementerian tidak menunjukkan bukti bagaimana mereka tahu serangan itu adalah balasan pemberontak Huthi atas kematian Sulaimani.

Stasiun televisi milik pemerintah Saudi Al Hadath menyiarkan sebuah video memperlihatkan kejadian setelah terjadinya serangan rudal di masjid itu.

Serangan ini "menegaskan tanpa keraguan lagi Huthi tidak berminat pada perdamaian," kata Presiden Abdur Rabu Mansur Hadi dalam pernyataannya kepada kantor berita Yaman, Saba.

Sejauh ini Huthi tidak berkomentar atau mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka juga membantah menjadi boneka Iran dan menyebut mereka sedang memerangi sistem yang korup.

2 dari 2 halaman

Sejak 2015 konflik Yaman meletus antara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan kelompok pemberontak Huthi yang didukung Iran.

Provinsi Marib yang kaya minyak terletak sekitar 115 kilometer di sebelah timur Ibu Kota Sanaa yang dikuasai Huthi.

Jurnalis Aljazeera Muhammad Alattab melaporkan, serangan itu melibatkan tiga rudal. Stasiun televisi Al Ekhbariya mengutip sumber mengatakan serangan itu dilancarkan dengan rudal balistik dan drone. (mdk/pan)

Baca juga:
Saat Wanita-Wanita Yaman Bermain Biliar
Perjanjian Damai Pemerintah Yaman dan Pemberontak Disepakati di Saudi
PBB Sambut Baik Tawaran Huthi Hentikan Serangan ke Saudi
Deretan Drone yang Serang Kilang Minyak Arab Saudi
Serang Kilang Minyak Saudi, Seberapa Tangguh Kekuatan Militer Pemberontak Huthi?
Putin Kutip Ayat Suci Alquran Ketika Serukan Perdamaian di Yaman

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.