Setelah Buka Kantor Kedutaan, Brasil Resmikan Kantor Dagang di Yerusalem

DUNIA | 1 April 2019 17:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Brasil mengumumkan telah membuka kantor dagang baru di Yerusalem pada Minggu (31/3) kemarin. Kantor ini rencananya akan berfungsi sebagai kantor dagang yang satu bagian dengan kedutaan besarnya di Tel Aviv.

"Brasil membuka kantor perwakilannya di Yerusalem sebagai upaya mempromosikan perdagangan, investasi, teknologi dan inovasi," kata Kementerian Luar Negeri Brasil dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (1/4).

"Obrigado (terima kasih) karena membuka kantor diplomatik di Yerusalem!" sambut Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz.

Langkah diplomatik Brasil merupakan jawaban dari sikap pemerintah yang selama ini berupaya mendekatkan diri ke Israel.

Presiden Brazil, Jair Bolsonaro yang dilantik pada awal tahun ini memang mewacanakan untuk membuat negaranya mendekat ke Amerika Serikat dan Israel, termasuk memindahkan kedutaan besar Brasil ke Yerusalem.

Brasil belum secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sebagian besar kekuatan dunia mengatakan status kota hanya boleh diputuskan sebagai bagian dari proses perdamaian dengan Palestina.

Bolsonaro berencana menyelaraskan kembali hubungan Brasil di kancah internasional. Dia bertekad untuk menjauhi sekutu-sekutu dari negara berkembang dan justru mendekat ke kebijakan para pemimpin Barat, terutama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rencana tersebut disambut Trump dengan baik. Sebagai bukti, Trump mengirim Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk hadir dalam upacara pengukuhan Bolsonaro sebagai presiden Brasil.

Reporter:Teddy Tri Setio Berty

Sumber: Liputan6 (mdk/ias)

Baca juga:
Penembakan Sekolah di Brasil, 10 Orang Tewas
Presiden Brasil Tuai Kecaman karena Unggah Video Tak Senonoh
Penyelamatan Dramatis Korban Tabrakan 2 Kereta di Brasil
Misterius, Paus Bungkuk Ini Ditemukan Mati di Hutan Bakau Brasil
Asyiknya Berendam di Lumpur dalam Pesta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.