Siapa John Bolton, Penasihat Keamanan AS yang Dipecat Trump

DUNIA | 11 September 2019 13:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tiba-tiba memecat Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton. Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan tidak setuju dengan banyak saran yang diajukan Bolton.

"Saya telah memberi tahu John Bolton tadi malam bahwa jasanya sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Gedung Putih," tulis Trump melalui Twitter pribadinya, Selasa (10/9) malam.

Dilansir dari laman Business Insider, Selasa (10/9), pemecatan Bolton terjadi setelah dirinya berdebat dengan Trump tentang rencana kontroversial untuk menjadi tuan rumah bagi pertemuan damai dengan Taliban. Sebelumnya, pertemuan yang akan membahas solusi untuk mengakhiri perang Afghanistan itu rencananya akan dilangsungkan di Camp David, wilayah khusus presiden AS yang terletak di Perbukitan Catoctin, Amerika Serikat.

Bolton sendiri telah lama dikenal di bidang keamanan AS. Dia sudah bekerja untuk kebijakan luar negeri dan masalah keamanan nasional sejak awal 1980, di bawah pemerintahan Reagan. Sejak saat itu pula, Bolton dikenal sebagai pengamat pertahanan yang skeptis terhadap birokrasi AS dan lembaga internasional.

©2019 AFP Photo


Selama bertahun-tahun bergelut di bidang keamanan, Bolton telah membuat beberapa keputusan kontroversial. Salah satunya mengadvokasi serangan militer pendahulu, terhadap Korea Utara dan Iran. Bolton juga pernah mendorong Rusia menyembunyikan Edward Snowden, mantan anggota CIA yang membocorkan informasi program mata-mata rahasia NSA.

Di era pemerintahan George W. Bush, Bolton pernah menjabat sebagai wakil menteri pengendali senjata. Ketika itu, Bolton berusaha meyakinkan bawa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Pernyataan tersebut dibuat sebagai pembenaran agar pasukan AS bisa memasuki wilayah Irak.

Usai menjadi wakil menteri, Bolton kemudian menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB. Selama masa jabatannya sebagai perwakilan AS di PBB, dia terus mendorong penegakan sanksi terhadap negara-negara yang dituduh memiliki atau mengembangkan senjata nuklir.

Dikutip dari Business Insider, Selasa (10/9), Bolton pernah mengklaim bahwa Kuba berkoordinasi dengan Libya dan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun, klaim Bolton disebut tidak memiliki bukti pendukung.

Selama masa kepemimpinan Trump, sekitar 16 bulan sudah Bolton menduduki posisi sebagai penasihat keamanan nasional.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
Sering Beda Pendapat, Trump Pecat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton
Trump Batalkan Diskusi Perdamaian dengan Taliban
Manfaatkan Perang Dagang, Demonstran Minta Trump Bebaskan Hong Kong dari China
Tak Hanya China, Ini Deretan Negara Perang Dagang dengan Amerika Serikat
Jempol Donald Trump Sangat Sakti, Bisa Bikin Pasar Dunia Pontang-Panting
Dokumen CIA Terbaru Ungkap Reaksi AS Setelah Pembunuhan Khashoggi

(mdk/pan)