Sidang Pemakzulan Presiden Donald Trump Tingkat Senat Mulai Digelar

DUNIA | 17 Januari 2020 12:19 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Rangkaian prosesi sidang pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tingkat Senat telah dimulai pada Kamis (16/1). Anggota parlemen mengucap sumpah yang menyatakan keseriusan mereka untuk tidak memihak dalam proses ini.

Prosesi tersebut berlangsung dengan tegang, ketika Ketua Mahkamah Agung John Roberts yang terlihat mengenakan jubah hitam, mengangkat tangan kanannya ketika dia disumpah untuk memimpin persidangan.

Roberts kemudian memberikan sumpah kepada para senator sesuai gilirannya sebelum mengadakan sidang pemakzulan yang bersejarah bagi Amerika, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (17/1).

Dia bertanya kepada para senator apakah mereka berani bersumpah untuk memberikan "keadilan yang tidak memihak" menurut Konstitusi AS, dan 99 anggota parlemen - satu tidak hadir - menanggapi secara serentak: "Ya."

Sebelumnya pada hari itu, dalam momen yang sangat simbolis, dua pasal pemakzulan yang menuduh Trump menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi penyelidikan Kongres, dibacakan di kantor Senat.

Penjaga Senat AS Michael Stenger mengeluarkan peringatan saat persidangan sedang berlangsung.

1 dari 2 halaman

Adam Schiff, ketua Komite Intelijen Dewan yang akan bertindak sebagai ketua jaksa dalam persidangan, kemudian membacakan dua pasal pemakzulan yang menuduh Trump melakukan kejahatan tingkat tinggi dan perbuatan kurang baik.

Trump menanggapi pembukaan persidangan dengan menyebutnya sebagai tipuan.

"Saya pikir itu harus berjalan sangat cepat," kata Trump kepada wartawan di Gedung Oval.

"Ini benar-benar berpihak," kata Trump. "Saya harus mengalami tipuan palsu yang dilakukan oleh Demokrat sehingga mereka dapat mencoba dan memenangkan pemilihan."

DPR yang dikuasai Demokrat memakzulkan Trump pada 18 Desember 2019. Trump dituduh menyalahgunakan kekuasaan karena menahan bantuan militer ke Ukraina serta pertemuan pihak Gedung Putih dengan Presiden Ukraina, dengan imbalan penyelidikan terhadap calon saingannya dari Demokrat, Joe Biden.

2 dari 2 halaman

Aturan yang berlaku menuntut suara dari mayoritas dua pertiga Senat hingga akhirnya dapat melengserkan seorang presiden,namun di sisi lain lengsernya Trump secara luas diharapkan di Senat yang kursinya didominasi Republik.

Hakim Roberts diangkat ke pengadilan tinggi negara itu oleh Presiden George W Bush, dan akan memimpin durasi persidangan, yang diperkirakan akan berlangsung selama dua pekan.

Setelah sumpah para senator, Senat ditunda sampai pukul 13.00 siang pada hari Selasa ketika penuntutan mulai mengemukakan kasusnya terhadap presiden.

Satu senator - James Inhofe dari Republik - tidak hadir karena urusan medis darurat tetapi informasi mengatakan dia akan dilantik tanpa penundaan pada hari Selasa, ketika sidang pemakzulan Trump dimulai dengan sungguh-sungguh.

Sumber: Liputan6

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana (mdk/pan)

Baca juga:
Konflik dengan Iran, Satu Persatu Kekuasaan Presiden Trump Mulai Dibatasi Parlemen
Mengupas Sifat & Mental Presiden Trump yang Dinilai Berbahaya Oleh Ahli Kesehatan
Serangan Trump ke Iran Dinilai Bagian Kampanye 2020 dan Pengalihan Isu Pemakzulan
'Sepak Terjang' Donald Trump Hingga Dimakzulkan DPR AS di 2019
Donald Trump Minta Sidang Pemakzulannya di Tingkat Senat Dipercepat
Cerita Lengkap 3 Presiden AS Dimakzulkan Beserta Kasus yang Menjeratnya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.