Siti Aisyah Bebas, Vietnam Minta Hal Serupa ke Malaysia

DUNIA | 13 Maret 2019 12:05 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Vietnam meminta otoritas hukum Malaysia membebaskan warga negaranya yang dituduh membunuh Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Malaysia pada 2017 lalu. Permintaan ini disampaikan pada Selasa (12/3), sehari setelah rekan tertuduh asal Indonesia, Siti Aisyah, dibebaskan.

Warga negara Vietnam, Doan Thi Huong, diadili atas pembunuhan Kim Jong Nam. Dilansir dari laman The Straits Times, Rabu (13/3), Huong dan Siti Aisyah dituduh mengusap racun syaraf yang mematikan ke wajah Kim Jong Nam ketika akan terbang ke Macau di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Menteri Luar Negeri Vietnam, Pham Binh Minh menelepon timpalannya di Malaysia, Saifuddin Abdullah dan meminta agar Huong juga dibebaskan.

"(Dia) meminta Malaysia untuk memastikan persidangan yang adil, dan untuk membebaskan Doan Thi Huong," lapor radio Voice of Vietnam.

Huong dijadwalkan hadir di pengadilan pada Kamis (14/3), setelah pengacaranya meminta Jaksa Agung untuk menarik dakwaannya. Jaksa penuntut dapat memutuskan kemudian memberi tahu pengadilan apakah permohonan tersebut dikabulkan.

Telepon dari Menteri Luar Negeri Vietnam adalah permintaan publik pertama oleh Hanoi, yang umumnya tidak terlibat dalam kasus kriminal yang melibatkan warganya di luar negeri. Vietnam menyediakan penasihat hukum untuk Huong, tetapi telah menahan diri melobi publik untuk pembebasannya hingga Selasa kemarin.

Pembebasan Siti Aisyah secara tiba-tiba menimbulkan pertanyaan di kalangan pejabat Vietnam, tentang campur tangan dalam sistem peradilan Malaysia, terutama setelah pemerintah Indonesia mengungkapkan bahwa mereka telah melobi Kuala Lumpur dalam kasus ini. Namun, dugaan tersebut ditepis Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang mengatakan keputusan itu sejalan dengan aturan hukum.

Huong dan Aisyah secara konsisten menyangkal tuduhan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam. Mereka mengklaim telah ditipu untuk melakukan penyalahgunaan agen saraf beracun, untuk sebuah acara lelucon di televisi.

Pengacara kedua perempuan ini mengatakan pembunuh sebenarnya adalah empat warga Korea Utara, yang secara resmi dituduh melakukan kejahatan bersama para terdakwa. Namun, empat warga Korea Utara itu berhasil melarikan diri dari Malaysia, tidak lama setelah Kim Jong Nam tewas.

Sementara itu, Korea Selatan menuduh Pyongyang merencanakan pembunuhan Kim Jong Nam. Namun Pyongyang membantah tuduhan itu.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6 (mdk/pan)

Baca juga:
Usai Bertemu Jokowi, Siti Aisyah Tak Bicara Apapun Saat Tinggalkan Istana
Presiden Jokowi Temui Siti Aisyah di Istana Merdeka
Warga Rancasumur Serang Akan Gelar Syukuran Sambut Kepulangan Siti Aisyah
Jokowi Senang Siti Aisyah Bisa Berkumpul Kembali dengan Keluarga
Mahathir Bantah ada Lobi Pemerintah Indonesia di Balik Bebasnya Siti Aisyah
Bertemu di Istana Merdeka, Siti Aisyah Cium Tangan Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.