Skotlandia Jadi Negara Pertama di Dunia Gratiskan Pembalut

Skotlandia Jadi Negara Pertama di Dunia Gratiskan Pembalut
DUNIA | 28 Februari 2020 17:33 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Skotlandia membuat sebuah gerakan yang menjadikannya negara pertama di dunia yang menggratiskan pembalut bagi perempuan. Parlemen Skotlandia mengesahkan legislasi pada Selasa yang akan memastikan akses gratis untuk mendapatkan pembalut dan produk menstruasi lainnya. Ini merupakan langkah besar dalam gerakan global melawan kemiskinan.

RUU Produk Menstruasi disahkan saat pemungutan suara tingkat pertama dengan hasil 112 suara yang setuju dan satu abstain.

"Perempuan dan para gadis remaja sering diabaikan dalam proses politik," kata Monica Lennon, yang memperkenalkan RUU ini tahun lalu, dikutip dari CNN, Jumat (28/2).

"Ini adalah sebuah kesempatan untuk melibatkan mereka pertama kalinya dan melakukan suatu terobosan atas kesetaraan gender," lanjutnya.

RUU ini akan dibawa menuju pembahasan tahap kedua, dimana para anggota parlemen Skotlandia akan mengajukan perubahan (amandemen) sebelum menuju tahap akhir atau tahap ketiga. RUU ini bertujuan untuk mengatasi kemiskinan (dimana saat menstruasi perempuan mengeluarkan biaya lebih untuk membeli pembalut), mengatasi stigma buruk terkait menstruasi, dan dampak menstruasi terhadap pendidikan.

"Menstruasi itu lumrah," kata Lennon.

"Akses bebas universal terhadap tampon, pembalut, dan pembalut reusable harus jadi hal yang lumrah juga," lanjutnya.

1 dari 1 halaman

Satu dari 10 gadis remaja di Inggris tak bisa membeli produk menstruasi seperti pembalut, menurut survei Plan International UK pada 2017. Survei juga menemukan hampir setengah dari semua remaja perempuan berusia 14-21 tahun malu dengan tamu bulanan mereka, sementara setengah dari responden mengaku tak pergi sekolah karena menstruasi.

"Untuk beberapa alasan, produk menstruasi dianggap oleh sebagian orang sebagai sebuah kemewahan, sebuah kemewahan yang harus dibebankan kepada perempuan," kata anggota parlemen Skotlandia, Alison Johnstone dalam diskusi RUU ini.

"Kenapa di tahun 2020 tisu toilet dipandang sebagai sebuah kebutuhan sementara produk menstruasi tidak?" kata dia.

Pemerintah Skotlandia telah membuat upaya lain untuk menangani kemiskinan akibat menstruasi ini beberapa tahun lalu. Pada 2018, pemerintah mengumumkan pelajar di sekolah maupun perguruan tinggi di seluruh negeri akan bisa mengakses pembalut secara gratis, dengan anggaran sekitar 5,2 juta Poundsterling atau sekitar Rp 93 miliar lebih. Pada tahun 2019, dialokasikan lagi 4 juta Poundsterling atau sekitar Rp 71,7 miliar untuk pembalut yang tersedia secara gratis di perpustakaan dan pusat rekreasi. (mdk/pan)

Baca juga:
Pecah Rekor, Bongkahan Emas Senilai Rp1,45 Miliar Ditemukan Pemburu Harta Karun
Paus Mati di Skotlandia, Perutnya Berisi 100 Kg Sampah dari Tali Sampai Jaring
Potret Suram Pecandu Narkoba di Skotlandia
Kesabaran Peserta di Kejuaraan Penumpukan Batu di Eropa
Serunya perang busa di Skotlandia
Peternak Skotlandia lamar pacarnya pakai sapi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami