Sosok di balik pemahaman radikal ISIS dipastikan tewas

DUNIA | 29 Juli 2018 16:02 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Sumber keamanan Jerman dua hari lalu membenarkan seorang pentolan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) warga negara Jerman tewas dalam serangan di Mosul tahun lalu. Setahun terakhir kabar kematian dirinya masih misteri.

Reda Seyam, warga Jerman asal Mesir tidak diketahui nasibnya selama setahun terakhir. Dia kelahiran 1960 dan punya dua istri serta enam anak.

Dilansir dari laman Alaraby, Minggu (29/7), dia tinggal selama 15 tahun di Mesir kemudian pergi ke Suriah pada 2012 dan tak lama bergabung dengan ISIS hingga menjadi menteri pendidikan bagi kelompok ekstrem itu.

Siyam yang dikenal sebagai Zulkarnaen oleh anggota ISIS. Dia terkenal karena kemampuannya meradikalisasi sistem pendidikan di Suriah dan Irak ketika ISIS berkuasa.

Otoritas Jerman sudah dua kali menolak berkomentar tentang kematian dirinya. Pertama, pada 2014 ketika dia dikabarkan tewas akibat serangan udara. Kemudian mereka juga enggan berkomentar ketika operasi pembebasan Mosul dari ISIS tahun lalu.

Ketika tinggal di Jerman dia sempat memicu kontroversi karena ingin menamai anaknya 'Jihad', nama yang dilarang di Jerman. Siyam juga dikenal sebagai pembela kaum ekstremis.

Pemerintah Jerman memperkirakan ada sekitar 1.000 warganya bergabung dengan ISIS sejak 2013. Menurut data yang sudah dipublikasi, sekitar 150 warga Jerman tewas di Irak dan Suriah. (mdk/pan)

Baca juga:
Dua warga AS anggota ISIS dipulangkan ke negaranya
Diduga simpatisan ISIS, 3 WNI di Malaysia ditahan 28 hari buat penyelidikan
Polri akan dalami 3 WNI diduga ISIS yang ditangkap di Malaysia
Polri koordinasi dengan polisi Malaysia soal penangkapan 3 WNI diduga simpatisan ISIS
Menlu Retno belum bisa pastikan 3 dari 7 simpatisan ISIS di Malaysia WNI
Polisi Malaysia tangkap 3 WNI diduga simpatisan ISIS

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.