Sri Lanka Blokir Media Sosial karena Sentimen Anti-muslim Meluas

DUNIA | 13 Mei 2019 14:52 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pemerintah Sri Lanka hari ini mengatakan memblokir sejumlah jaringan media sosial dan aplikasi pesan singkat, termasuk Facebook dan WhatsApp, setelah sejumlah masjid dan toko milik warga muslim jadi sasaran serangan selepas serangan bom bunuh diri ke gereja pada Minggu Paskah lalu.

Laman The India Times melaporkan, Senin (13/5), sejumlah orang kemarin melempar batu ke beberapa masjid dan toko muslim di Kota Chilaw pesisir sebelah barat Sri Lanka dan seorang pria juga dipukuli hingga tewas. Menurut kantor berita Reuters, kerusuhan itu dipicu cekcok di Facebook.

Pihak berwenang mengatakan mereka sudah menangkap Abdul Hamid Muhamad Hasmar, 38 tahun, pemilik akun Facebook yang memajang sebuah unggahan pemicu pertengkaran itu. Dalam unggahannya dia menulis 'suatu hari kalian akan menangis' dan unggahan itu ditafsirkan pengguna media sosial sebagai ancaman kekerasan.

Sumber polisi mengatakan kepada Reuters, pihak berwenang juga menangkap sekelompok orang di Kuliyapitiya dan Dummalasuriya kemarin dan tadi pagi atas tuduhan menyerang toko warga muslim.

Juru bicara militer Sumith Atapattu mengatakan warga setempat meminta mereka yang ditangkap segera dibebaskan.

"Untuk mengatasi situasi, polisi menerapkan jam malam," kata Atapattu.

Gelombang kekerasan di Sri Lanka ini terjadi tiga pekan setelah serangan bom bunuh diri di empat hotel dan tiga gereja menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai ratusan lainnya.

Baca juga:
Toko dan Kendaraan Warga Muslim di Sri Lanka Dirusak Massa
Sri Lanka Klaim Sudah Tangkap Semua Tersangka Teror Bom Gereja
Gereja dan Sekolah Katolik di Sri Lanka Tutup karena Ada Info Ancaman Bom
Presiden Sirisena: Pergi Jauh-Jauh dari Sri Lanka, ISIS!
Sri Lanka Larang Masjid yang Dikelola Kelompok Ekstrem
Arab Saudi Imbau Warganya Tinggalkan Sri Langka

(mdk/pan)