Sri Lanka Larang Masjid yang Dikelola Kelompok Ekstrem

DUNIA | 2 Mei 2019 13:59 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Departemen Agama dan Budaya Sri Lanka mulai memeriksa semua masjid yang terdaftar di negara itu setelah serangkaian serangan bom bunuh diri yang terjadi di sejumlah gereja dan hotel saat Minggu Paskah lalu hingga menewaskan 253 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya.

Dilansir dari laman Sputnik News, Kamis (2/5), pemerintah kini memutuskan untuk melarang semua masjid yang diyakini sudah terpengaruh paham ekstrem.

"Tindakan sudah diambil untuk melarang masjid yang dikelola Jemaah Tauhid Nasional dan Jemaah Milatul Ibrahim," ujar Direktur Departemen Agama dan Budaya MRM Malik kemarin.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena sebelumnya sudah melarang kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Millatul Ibrahim (JMI) yang diduga menjadi dalang di balik serangan bom bunuh diri 21 April lalu.

Malik sudah memerintahkan bawahannya untuk melaporkan kegiatan masjid yang dikelola oleh NTJ dan JMI.

Pemerintah Sri Lanka juga akan menerapkan aturan lebih ketat untuk pendirian masjid di masa akan datang. Saat ini ada sekitar 2.000 masjid yang terdaftar di Departemen Agama dan Budaya.

"Izin dari 2.000 masjid yang terdaftar ini akan diselidiki dalam beberapa minggu ini," kata pernyataan Departemen Agama.

Minggu lalu Departemen Agama meminta Dewan Pengawas Masjid untuk menerbitkan kartu identitas Imam, Muazzin, dan pekerja lain di masjid untuk menjaga situasi keamanan.

Sejak serangan bom bunuh diri pada 21 April lalu sejumlah pemuka agama sudan ditangkap. Polisi juga menyita sejumlah senjata dan amunisi dalam operasi penggerebekan.

Presiden Sirisena dua hari lalu menyerukan perubahan Undang-Undang Darurat pada Pasal 5 tentang Peraturan Keamanan Masyarakat dengan melarang paham ekstrem atau ideologi radikal.

Sri Lanka, negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha, juga melarang penggunaan cadar dan burka untuk memperkuat keamanan nasional.

Menteri Pembangunan Megapolis Patali Champika Rawanaka juga menyerukan deportasi bagi sekitar 800 ulama asing yang terlibat dalam pengajaran di sejumlah madrasah.

Baca juga:
Presiden Sirisena: Pergi Jauh-Jauh dari Sri Lanka, ISIS!
Laporan Intelijen Sri Lanka Peringatkan Serangan Teror Jelang Ramadan
Sri Lanka Larang Perempuan Muslim Pakai Burka
Pasca-Teror Bom, Sri Lanka Resmi Larang Wanita Memakai Burka
Sepekan Pasca Serangan Bom, Gereja Sri Lanka Dibersihkan
Pasca Teror Bom, Seluruh Gereja di Sri Lanka Diimbau Tutup Sementara

(mdk/pan)