Sulitnya Warga Korsel Mendapatkan Vaksin, Reservasi Vaksin Harus Menunggu 111 Jam

Sulitnya Warga Korsel Mendapatkan Vaksin, Reservasi Vaksin Harus Menunggu 111 Jam
Warga Korea Selatan mengantre tes Covid-19 di Seoul pada 9 Juli 2021. ©Heo Ran/Reuters
DUNIA | 30 Juli 2021 07:15 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ketika warga Korea Selatan masuk ke situs web pemerintah bulan ini untuk reservasi vaksinasi Covid-19, sebuah pemberitahuan di jendela tertulis ada "sedikit" penundaan.

“Ada 401.032 orang menunggu di depan Anda,” tulis satu pesan tangkapan layar dan dibagikan warga secara online.

“Perkiraan waktu tunggu Anda: 111 jam, 23 menit, dan 52 detik.”

Sebagian besar warga di Korsel masih menunggu untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Setelah dijadikan negara percontohan dalam memerangi pandemi, Korsel telah tersandung selama berbulan-bulan dengan program vaksinasinya. Tingkat vaksinasi negara ini paling sedikit rendah di negara-negara G20, hanya 34,9 persen dari 52 juta populasinya yang telah menerima setidaknya satu dosis pada Rabu, jauh di bawah 55 hingga 70 persen di negara maju lainnya. Sekarang orang Korsel lebih putus asa dari sebelumnya karena lamanya mendapatkan vaksin.

Negara ini berada dalam pergolakan gelombang infeksi terburuk, dengan 1.896 kasus baru dilaporkan pada Rabu, jumlah kasus harian tertinggi. Para kritikus mengatakan pemerintah, yang bertumpu pada keberhasilan awal dalam pandemi, salah berhitung betapa mendesaknya Korsel mengamankan vaksin.

Bulan ini, para pejabat menginformasikan warga berusia 50-an mendapat giliran membuat reservasi vaksinasi. Sampai 10 juta orang secara bersamaan masuk ke situs web pemerintah untuk mendaftar vaksinasi. Sistem yang dirancang untuk memproses hingga 300.000 permintaan sekaligus macet.

Warga diminta memulai proses dari awal lagi setelah berjam-jam menunggu.

"Kami benar-benar minta maaf kepada warga karena menyebabkan masalah ini," jelas pejabat senior pengendalian penyakit pemerintah, Son Young-rae, pekan lalu, dikutip dari The New York Times, Kamis (29/7).

Gelombang infeksi terbaru membuat para pejabat lengah. Hanya beberapa pekan lalu, pemerintah mempertimbangkan melonggarkan pembatasan menjelang liburan musim panas. Sampai enam orang akan diizinkan untuk makan bersama mulai 1 Juli, naik dari batas sebelumnya yang hanya empat orang. Klub malam akan dibuka kembali. Restoran, kafe, dan pusat kebugaran akan diizinkan tetap buka hingga larut malam.

Para pakar epidemiologi menentang pelonggaran pembatasan di saat tingkat vaksinasi masih rendah dan virus corona varian Delta yang lebih menular menyebar.

“Pemerintah mengirim sinyal yang keliru kepada masyarakat,” jelas spesialis penyakit menular Universitas Korea di Seoul, Kim Woo-joo.

Baca Selanjutnya: Antusiasme tinggi...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami