Survei: Kepercayaan Terhadap Vaksin Covid Meningkat, Kekhawatiran Efek Samping Turun

Survei: Kepercayaan Terhadap Vaksin Covid Meningkat, Kekhawatiran Efek Samping Turun
Rusia Suntik Vaksin Sputnik V untuk Warganya yang Beresiko Terkena Covid-19. ©2020 AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV
DUNIA | 5 Maret 2021 11:49 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Kepercayaan terhadap vaksin COVID-19 tumbuh, dengan kesediaan orang-orang untuk mendapatkan suntikan meningkat saat vaksin itu diluncurkan di seluruh dunia dan kekhawatiran tentang kemungkinan efek samping memudar, sebuah survei di 14 negara menunjukkan pada Jumat.

Dipimpin bersama oleh Institut Inovasi Kesehatan Global (IGHI) Imperial College London dan perusahaan jajak pendapat YouGov, survei tersebut menemukan kepercayaan pada vaksin COVID-19 telah meningkat di sembilan dari 14 negara yang disurvei, termasuk Prancis, Jepang dan Singapura yang sebelumnya memiliki tingkat kepercayaan yang rendah.

Pemutakhiran terbaru dari survei, yang berlangsung dari 8 Februari hingga 21 Februari, menemukan bahwa orang-orang di Inggris yang paling bersedia, dengan 77 persen mengatakan mereka akan menggunakan vaksin yang dirancang untuk melindungi terhadap COVID-19 jika tersedia pada pekan ini.

Hal itu naik dari 55 persen pada November, tak lama sebelum vaksin COVID-19 pertama - yang dikembangkan bersama oleh Pfizer dan BioNTech - memperoleh persetujuan peraturan untuk digunakan di Inggris.

Dikutip dari laman Antara, Jumat (5/3), warga di Prancis, Singapura, dan Jepang tetap termasuk yang paling sedikit untuk menerima vaksin COVID-19, masing-masing 40 persen, 48 persen dan 48 persen - tetapi kepercayaan diri dari ketiga negara tersebut meningkat sejak November.

Pada November persentase warga di Prancis, Singapura, dan Jepang yang mau divaksin hanya 25 persen, 36 persen dan 39 persen.

Survei tersebut juga menemukan bahwa kekhawatiran atas efek samping vaksin telah memudar di sebagian besar negara, dengan kurang dari setengah (45 persen) dari semua responden saat ini melaporkan kekhawatiran.

Sekali lagi, warga di Prancis, Singapura dan Jepang saat ini paling khawatir tentang efek samping, dengan sekitar 6 dari 10 orang merasa khawatir (56 persen, 59 persen, 61 persen), sedangkan Inggris adalah yang paling tidak khawatir.

Survei terbaru melibatkan lebih dari 13.500 orang di Australia, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Israel, Italia, Jepang, Belanda, Norwegia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, dan Swedia. (mdk/pan)

Baca juga:
Mimpi Buruk bagi Dunia, Virus Corona Brasil Lebih Menular dan Pasien Sembuh Kena Lagi
Kejahatan Rasial terhadap Warga Asia Meningkat, Dosen dari China Dipukul di Inggris
Waspada, Interpol Sita Vaksin Covid Palsu di China dan Afrika Selatan
Menteri India Lebih Memilih Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri Daripada AstraZeneca
Brasil Catat Kasus Kematian Covid-19 Tertinggi, 1.600 Nyawa Melayang dalam Sehari
Arab Saudi Wajibkan Jemaah Haji Tahun Ini Sudah Divaksin Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami