Tak ada Lagi Pelukan, Tak Ada Lagi Ciuman

Tak ada Lagi Pelukan, Tak Ada Lagi Ciuman
Wabah virus mirip SARS hantui China. ©NICOLAS ASFOURI/AFP
DUNIA | 21 Februari 2020 13:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Drs. Eunice dan Pierre Chan telah mengambil tindakan luar biasa untuk merawat pasien dan melindungi keluarga mereka di tengah wabah virus corona.

Eunice Chan, seorang dokter di Hong Kong, melepas masker wajahnya hanya ketika mandi, makan, dan minum.

Saat makan malam, ketiga putrinya, yang berusia 7, 9 dan 12 tahun, berkumpul di sekitar meja makan, sedangkan dia makan di kamar lain.

"Tidak ada lagi pelukan, tidak ada lagi ciuman," katanya. "Ini sangat sulit bagi putri bungsu saya."

Keterasingannya yang dipaksakan sendiri bukanlah tidak beralasan. Di Hong Kong, ada dua kematian dan 68 kasus yang dikonfirmasi akibat corona (Covid-19). Kota itu berbatasan langsung dengan China daratan, tempat di mana 104 orang rata-rata meninggal karena penyakit ini setiap hari sejak 1 Februari.

Seluruh kota gelisah. Para ahli medis telah mengimbau warga untuk mencuci tangan secara teratur dan mengenakan masker di tempat umum. Stok masker jadi rebutan dan menimbulkan antrean panjang di luar apotek bagi mereka yang hendak membeli.

Baca Selanjutnya: Tetapi risiko dan kecemasan dalam...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami