Tak Cuma di Indonesia, Negara-negara Ini Juga Bermasalah dengan Polisi Perut Buncit

DUNIA | 22 November 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Polisi berperut buncit alias gendut belakangan ramai menjadi perbincangan di tanah air. Isu ini berawal dari pernyataan anggota DPR Trimedya Panjaitan saat rapat dengan Kapolri dan jajarannya di DPR.

Dia menyinggung perut anggota kepolisian yang identik dengan perut buncit. Tetapi, Trimedya memuji Kapolri Jenderal Idham Azis yang menjaga tubuhnya. Dia meminta seluruh anggota kepolisian mengikuti fisik pimpinannya.

"Kalau soal perutnya sama dengan perut saya, itu soal olahraga, supaya semua jajaran polri bisa niru perutnya saudara Kapolri," kata Trimedya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).

Rupanya, persoalan polisi berperut buncit dan gendut tak cuma terjadi di Indonesia, tapi di sejumlah negara di dunia. Ada berbagai hukuman untuk menindak polisi yang kelebihan berat badan, mulai dari olahraga, potong gaji sampai pemecatan. Hukuman ini sengaja diberlakukan, agar penampilan polisi lebih terjaga.

Berikut negara-negara yang bermasalah dengan penampilan polisi berperut buncit alias gendut:

1 dari 4 halaman

Polisi Pakistan yang Gendut akan Dipecat

Kepala Polisi Provinsi Pujab, Habibur Rahman memerintahkan anggotanya berdiet atau diberhentikan. "Banyak polisi bergabung di pusat kebugaran dan melakukan olahraga supaya langsing," kata juru bicara Kepolisian Punjab, Nabila Ghazanfar, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (18/6).

Nabila mengatakan Rahman menginstruksikan 175 ribu personel harus memiliki lingkar pinggang maksimal 96 centimeter. Ia juga memberikan batas waktu hingga 30 Juni. Jika pada 1 Juli tidak ada kemajuan, polisi-polisi gendut terancam dipecat.

Harian lokal Pakistan menyindir polisi di Rawalpindi, Pakistan, lebih kerepotan melawan kegemukan dibanding memerangi Taliban. "Petugas terlalu gendut tak akan kuat mengejar bandit, perampok, dan penjahat," kata Nabila.

2 dari 4 halaman

Polisi Gendut India Susah Naik Jabatan

Kepala Polisi Cagar Alam Karnataka (KSRP), Bhaskar Rao, memperingatkan para anak buahnya untuk menurunkan berat badan, atau terancam ditangguhkan promosi jabatannya. Keputusan ini ia ambil setelah lebih dari 100 petugas meninggal dunia dalam 18 bulan terakhir karena penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

Dikutip dari BBC pada Rabu (11/7/2018), para polisi bertubuh gemuk akan diberikan bantuan khusus untuk mengubah gaya hidup dan pola makan mereka yang dinilai buruk.

KSRP, sudah memiliki 14.000 personel. Pejabat senior KSRP telah diberitahu untuk mengidentifikasi polisi yang gemuk, dan menyuruh mereka latihan rutin untuk membantu menurunkan berat badan.

"Kami telah memulai proses pemantauan gula mereka dan indeks kesehatan lainnya, sejak enam bulan lalu. Surat edaran terbaru menyebut mereka akan menghadapi suspensi jabatan dan bahkan dipecat, jika tetap ceroboh (tentang kesehatan mereka)," jelas Rao.

Ia juga menyebut bahwa banyak anggotanya gemar mengonsumsi makanan yang digoreng, nasi dalam jumlah besar, merokok, minum minuman beralkohol, dan sangat jarang berolahraga.

"Mereka menjadi lesu dan tidak cocok dengan seragam mereka. Jadi, komandan peleton telah diberitahu untuk secara rutin memantau indeks massa tubuh (BMI) setiap polisi," kata Rao.

3 dari 4 halaman

Gaji Polisi Inggris yang Kegemukan Bakal Dipangkas

Polisi Inggris yang kegemukan bakal dipotong gajinya. Peraturan ini diputuskan setelah diketahui sebanyak 64 persen dari mereka mengalami kelebihan berat badan dan kegemukan (15/3/2012). Menurut laporan yang dikeluarkan pemerintah Inggris mengenai kondisi dan gaji polisi menyarankan, agar petugas-petugas polisi yang gagal dalam tes kebugaran sebanyak 3 kali, bakal dipotong gaji sebanyak delapan persen.

Laporan ini muncul dari survei lebih dari 11.500 personel. Hasilnya, 44 persen staf pasukan polisi mengalami kelebihan berat badan, 19 persen kegemukan dan satu persen terlalu gemuk.

Dari hasil itu, akhirnya 20 persen anggaran polisi dipotong, sebagai bagian dari tindakan penghematan. Tak hanya potong gaji, petugas kepolisian Inggris yang kegemukan juga bakal dipecat.

4 dari 4 halaman

Polisi Malaysia yang Kegemukkan Susah Naik Jabatan

Polis Diraja Malaysia menggalakkan program diet bagi personel yang memiliki berat badan berlebih. Salah satunya pesertanya adalah Mohamad Ra'ayim Jemahir. Anggota kepolisian Kuala Lumpur ini berusaha keras menurunkan berat badan dengan sejumlah latihan, seperti bersepeda dan lainnya.

Bobot Ra'ayim kini menunjukkan angka 102 kilogram. Kepolisian Malaysia menilai mereka dengan berat berlebih tidak bisa maksimal mengatasi kejahatan. Menurut pria berusia 40 tahun ini, bobot luar biasanya dipicu hobi makan.

"Sebelum saya paham pengetahuan terhadap makanan, saya selalu makan apa saja yang saya inginkan, tetapi kini saya harus menjaga dan memakan sesuatu yang dibutuhkan saja," kata Ra'ayim yang berharap sanggup menurunkan bobotnya hingga 16 kilogram.

Petinggi kepolisian Malaysia bulan lalu membuat peringatan, bagi polisi yang gagal mencapai target berat ideal akan kehilangan kesempatan promosi jabatan. Diketahui sepanjang tahun lalu, 200 polisi Malaysia meninggal akibat penyakit terkait obesitas seperti jantung dan diabetes.

Direktur Angkatan Kepolisian Malaysia, Zulkifli Abdullah juga mengatakan bila pihaknya terus menerima laporan terkait polisi yang menderita diabetes, darah tinggi, dan penyakit lainnya gara-gara kelebihan berat badan.

"Sekitar 560 petugas menelpon kami setiap harinya mengeluhkan penyakitnya," katanya. (mdk/dan)

Baca juga:
43 Polisi Gendut 'Dihukum' Lari Keliling Lapangan Upacara Polda Jambi
Ejek Polisi Gendut di Medsos, Dua Warga Kudus Diciduk
50 Polisi Jalani Program Diet di Mojokerto, 47 Personel Berhasil dan 3 Masih Gendut
50 Polisi Gendut 'Dipaksa' Kurus di Sekolah Polisi Negara
Polisi gendut di Bontang digembosi dengan cara lari siang