Tak disangka, 4 perdana menteri ini ngantor naik sepeda

DUNIA | 14 September 2014 05:37 Reporter : Vincent Asido Panggabean

Merdeka.com - Posisi perdana menteri menjadi posisi penting dalam pemerintahan suatu negara yang menganut sistem parlementer. Sebagai seseorang yang mengepalai sebuah kabinet, perdana menteri tentunya akan mendapat fasilitas penunjang yang memadai buat mendukung kegiatan mereka.

Fasilitas ini termasuk kendaraan yang bakal dipakai sang perdana menteri untuk memenuhi kewajibannya. Selain itu, faktor keamanan juga menjadi satu hal yang akan mengiringi ke mana saja mereka pergi.

Namun apa jadinya jika sang perdana menteri pergi bertugas dengan menggunakan sepeda? Tentu saja ini adalah hal yang tidak biasa. Tindakan ini juga mereka lakukan bukan untuk mencari sensasi semata, melainkan memang karena kecintaan mereka dengan sepeda.

Berikut empat perdana menteri yang memilih menggunakan sepeda untuk melakukan kegiatan mereka, seperti dilansir merdeka.com dari berbagai sumber:

1 dari 4 halaman

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. ?2014 Merdeka.com

Belanda berada di peringkat 16 negara dengan kekuatan ekonomi di dunia dalam hal Produk Domestik Bruto (PDB). Meski semua standar menunjukkan sebagai negara kaya, tapi perdana menterinya tidak pernah dikawal dalam iringan konvoi.

Dalam sebuah video dari stasiun televisi nasional Belanda, Perdana Menteri Mark Rutte pernah terlihat tiba di kantornya dan kemudian pulang di malam hari menggunakan sepeda, seperti dilansir situs Kenya Today, 12 Maret lalu.

Bahkan ketika dia melakukan kunjungan kenegaraan, Rutte selalu berusaha untuk mempertahankan tradisi itu seperti ketika dia mengunjungi Israel.

Pada tahun 2012, Mark Rutte mengejutkan delegasi Iran ketika dia tiba di tempat kerjanya dengan sepeda. Kemudian kepala polisi Iran Esmail Ahmadi Moghadam Sardar, yang berada dalam delegasi itu mengatakan kepada televisi lokal di Teheran bagaimana delegasi dari Negeri Mullah itu malu ketika mereka melihat seorang menteri dari negara Eropa pergi ke kantornya dengan sepeda.

2 dari 4 halaman

Perdana Menteri Australia Tony Abbott

Perdana Menteri Australia Tony Abbott. ?2014 Merdeka.com

Perdana Menteri Australia Tony Abbott pada tahun lalu pergi ke kantor di hari pertama tugasnya dengan bersepeda. Mungkin ini bukan pemandangan biasa, tapi itu memang dia lakukan.

Beberapa jam setelah mengalahkan Partai Buruh yang saat itu berkuasa, Tony Abbott, yang ketika itu baru terpilih, justru menggunakan sepeda melalui pinggiran Kota Sydney dan kemudian langsung bekerja, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, 8 September 2013.

Saat itu Abbott mengatakan pemerintahannya siap mewujudkan komitmen mereka "mulai hari pertama".

3 dari 4 halaman

Perdana Menteri Inggris David Cameron

Perdana Menteri Inggris David Cameron. ?2014 Merdeka.com

Perdana Menteri Inggris David Cameron adalah pemimpin oposisi dari sebuah partai di Inggris. Tapi dia ternyata juga adalah seorang pecinta sepeda, layaknya masyarakat umum.

Ini terlihat ketika pemimpin Partai Konservatif itu tiba di Gedung Parlemen Inggris di London dengan menggunakan sepeda pada 11 Maret 2009 lalu.

Cameron saat itu akan menghadiri pertanyaan pertama sebagai perdana menteri sejak kematian anaknya Ivan pada bulan Februari.

4 dari 4 halaman

Perdana Menteri Selandia Baru John Key

Perdana Menteri Selandia Baru John Key. ?2014 Merdeka.com

Sebuah Foto yang memperlihatkan Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengendarai sepeda di Den Haag telah menarik perhatian komunitas Wheeled Pedestrian Cycling.

"Akhirnya, ini apa yang kita cari, yakni seseorang dengan profil tinggi seperti diri Anda yang akan bersedia untuk menjadi duta bagi Wheeled Pedestrian Cycling. Kami benar-benar menghargai jika Anda akan memberikan pertimbangan serius dari permintaan ini," tulis situs Wheeled Pedestrian Cycling, yang ditujukan kepada John Key.

"Seperti Anda mungkin sadari, Belanda diakui sebagai negara pemimpin dalam mencapai tingkat bersepeda harian paling tinggi. Sebaliknya, bersepeda tidak menikmati dukungan sama atau persepsi publik yang positif di Selandia Baru," lanjut pernyataan itu.

"Salah satu isu utama yang kami telah identifikasi adalah bahwa bersepeda di Selandia Baru sebagian besar dianggap hanya sebagai aktivitas olahraga dan rekreasi," tulis Wheeled Pedestrian Cycling. (mdk/dan)

Baca juga:
Alumnus Filsafat UGM terpilih dalam UWRF 2014
Dokter Muda ini berani mengemban tugas berat di pelosok
Cerita Sariyah, tukang bubur naik haji setelah 24 tahun menabung
Kisah nenek Masmatum, 30 tahun jaga perlintasan tanpa palang
Guru ini bikin perpustakaan keledai yang antar ilmu ke desa-desa

TOPIK TERKAIT