Tak Lagi Dilarang, Begini Cara Warga Arab Saudi Rayakan Hari Valentine

DUNIA | 13 Februari 2020 16:10 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Perayaan Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari telah lama dilarang di Arab Saudi karena dinilai sebagai sesuatu yang haram dan tidak sesuai dengan nilai agama. Namun sejak 2018, tak ada lagi larangan merayakan Hari Kasih Sayang tersebut.

Menjelang Hari Valentine, atmosfer cinta terasa di negara kerajaan tersebut. Bunga-bunga dan ornamen berbentuk hati bisa dilihat di sejumlah tempat.

Kondisi seperti ini tak pernah terpikirkan sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, banyak yang takut ornamen yang identik dengan Valentine akan dilihat polisi agama atau polisi syariat.

Para pedagang bunga dan coklat menyembunyikan bunga mawar merah dan cokelat berbentuk hari mereka karena takut akan dirazia Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV). Pemilik restoran bahkan dilarang menyelenggarakan pesta ulang tahun ataupun perayaan lainnya pada tanggal 14 Februari karena takut akan ditangkap dan ditutup usahanya.

1 dari 1 halaman

Terobosan dimulai sejak 2018, ketika mantan Presiden CPVPV Makkah Sheikh Ahmed Qasim Al-Ghamdi menyatakan bahwa Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Dia mengatakan Merayakan kasih sayang atau cinta adalah universal, tak terbatas hanya untuk non-Muslim, seperti dilansir dari Arab News, Kamis (13/2).

Sejak saat itu, warga Saudi merayakan Hari Kasih Sayang dengan membeli berbagai jenis hadiah, bunga, balon lucu dan bahkan boneka beruang untuk orang-orang terkasih mereka. (mdk/pan)

Baca juga:
Valentine si Jomblo: Mengenal Black Day, Perayaan Valentine-nya Kaum Single di Korea
7 Cara Membuat Cokelat Valentine Enak, Mudah dan Praktis
Gading Marten Rayakan Valentine dengan Perempuan Ini
Puluhan Pasangan Ikuti Nikah Massal di Hari Valentine
Melania Trump Habiskan Hari Valentine Bersama Pasien Anak di Rumah Sakit
Kaspersky Lab sebut Penipuan Online Marak saat Hari Valentine

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.