Taliban Didemo Ribuan Warga Kandahar Menentang Pengusiran 3.000 Keluarga

Taliban Didemo Ribuan Warga Kandahar Menentang Pengusiran 3.000 Keluarga
Unjuk rasa ribuan warga Kandahar menentang pengusiran 3.000 keluarga mantan tentara oleh Taliban. ©ASVAKA News Agency/Handout via Reuters
DUNIA | 15 September 2021 13:45 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ribuan warga Afghanistan berunjuk rasa menentang Taliban di kota Kandahar di wilayah selatan pada Selasa, menurut seorang mantan pejabat pemerintah dan berdasarkan tayangan televisi lokal. Warga turun ke jalan untuk berunjuk rasa setelah warga diminta mengosongkan kawasan perumahan tentara.

Massa berkumpul di depan rumah gubernur di Kandahar setelah sekitar 3.000 keluarga diminta meninggalkan perumahan tersebut, menurut mantan pejabat pemerintah yang menyaksikan unjuk rasa.

Tayangan video menunjukkan massa menutup jalan di kota tersebut, seperti dilansir Reuters, Rabu (15/9).

Kawasan yang terdampak sebagian besar ditinggali keluarga pensiunan jenderal angkatan darat dan anggota pasukan keamanan Afghanistan lainnya.

Para keluarga tersebut, beberapa dari mereka telah tinggal di distrik itu hampir 30 tahun, diberi waktu tiga hari untuk pindah, kata pejabat tersebut yang telah berbicara dengan beberapa keluarga yang terdampak.

Juru bicara Taliban tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait pengusiran ini.
Unjuk rasa menentang Taliban yang terjadi secara sporadis kerap berakhir dengan bentrokan, walapun tidak ada laporan terkait kekerasan pada Selasa.

Para pemimpin Taliban telah berjanji untuk menyelidiki kekerasan, tapi memerintahkan pengunjuk rasa mengajukan izin sebelum menggelar demo.

Pada Jumat, PBB menyampaikan respons Taliban terhadap unjuk rasa damai belakangan ini kerap menggunakan kekerasan. (mdk/pan)

Baca juga:
Taliban Minta AS Cairkan Aset Afghanistan & Hapus Pemimpinnya dari Daftar Teroris
Perempuan Afghanistan Menentang Taliban dengan Memakai Gaun Berwarna-Warni
Warga Afganistan Turun ke Jalan Protes Penggusuran Rumah oleh Taliban
Taliban: Perempuan Seharusnya Tidak Diizinkan Bekerja Berdampingan dengan Laki-Laki
Taliban Bantah Kabar Wakil PM Abdul Ghani Baradar Tewas dalam Baku Tembak
Asyiknya Tentara Taliban Main Bombom Car di Taman Hiburan Afghanistan
CEK FAKTA: Hoaks Taliban Umumkan Hari Kemerdekaan Afghanistan pada 11 September

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami