Taliban: Tidak Ada Al-Qaidah Maupun ISIS di Afghanistan

Taliban: Tidak Ada Al-Qaidah Maupun ISIS di Afghanistan
Anggota Taliban menginspeksi area di dekat TKP ledakan di Jalalabad. ©AFP
DUNIA | 21 September 2021 19:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Taliban menyampaikan pada Selasa (21/9), tidak ada bukti keberadaan militan ISIS maupun Al-Qaidah di Afghanistan. Hal ini disampaikan beberapa hari setelah ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di kota Jalalabad.

Sejak menggulingkan pemerintah yang didukung Barat di Kabul bulan lalu, Taliban menghadapi tekanan dari komunitas internasional untuk memutus hubungan dengan Al-Qaidah, kelompok yang berada di balik serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat (AS).

Pada saat bersamaan, Taliban harus berurusan dengan serangkaian serangan yang diklaim ISIS, di mana kedua kelompok ini terlibat konflik dalam beberapa tahun terkait perbedaan ideologi dan ekonomi.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid membantah tuduhan bahwa Al-Qaidah masih berada di Afghanistan dan berulang kali berjanji tidak akan ada serangan di negara ketika dari Afghanistan oleh gerakan militan.

“Kami tidak melihat siapapun di Afghanistan yang berkaitan dengan Al-Qaidah,” ujarnya dalam jumpa pers di Kabul, dilansir The Straits Times, Selasa (21/9).

“Kami berkomitmen pada fakta bahwa, dari Afghanistan tidak akan ada bahaya apapun terhadap negara manapun.”

Taliban digulingkan dari kekuasaan oleh pasukan asing yang dipimpin AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaidah yang bertanggung jawab atas serangan 11 September.

ISIS Afghanistan yang dikenal sebagai ISIS Khorasan atau ISIS-K, pertama kali muncul di Afghanistan pada 2014 dan kemudian menyebar ke wilayah lain, khususnya di wilayah utara Afghanistan.

ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom di Jalalabad, Afghanistan timur pada akhir pekan kemarin. Kelompok teroris ini juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di bandara Kabul akhir Agustus lalu yang menewaskan ratusan warga sipil dan 13 anggota pasukan AS.

Mujahid membantah gerakan tersebut berada di Afghanistan walaupun dia mengatakan kelompok itu diam-diam melakukan “serangan pengecut”.

“ISIS yang ada di Irak dan Suriah tidak ada di sini. Namun, beberapa orang yang mungkin orang Afghanistan mengadopsi mentalitas ISIS, yang tidak didukung banyak orang,” jelasnya.

“Pasukan keamanan Emirat Islam (Afghanistan) siap dan akan menghentikan mereka,” pungkasnya. (mdk/pan)

Baca juga:
Taliban Sebut ISIS Bukan Ancaman Setelah Puluhan Anggotanya Tewas Diserang
Taliban Keluarkan Buku Pedoman Polisi Moral Berisi Aturan Panjang Jenggot & Lainnya
Taliban Kembali Buka SMP dan SMA Khusus Laki-Laki di Afghanistan
ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom Targetkan Anggota Taliban
Taliban Minta Ratusan Pegawai Perempuan di Kantor Wali Kota Kabul Diam di Rumah
Taliban Tak Izinkan Anak Perempuan Kembali ke Sekolah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami