Tanggapi Konflik Kashmir, Menlu Retno Sarankan India dan Pakistan Berdialog

DUNIA | 15 Agustus 2019 18:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menyarankan agar Pakistan dan India mengadakan pertemuan bilateral, guna menyelesaikan konflik Kashmir. Anjuran itu diungkapkan dalam pertemuannya dengan Duta Besar Pakistan, Abdul Salik Khan dan Pelaksana Tugas Duta Besar India, Shri Prakash Grupta, Rabu (14/8), di Jakarta.

"Kita senantiasa berpandangan bahwa untuk masalah Kashmir akan lebih elok lagi apabila dua negara tersebut membuka dialog dan berkomunikasi," tegas Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Teuku Faizasyah, Kamis (15/8).

Lebih lanjut Teuku menjelaskan, pertemuan Menlu RI dengan perwakilan Pakistan dan India dilakukan atas dasar pesan perdamaian. Menurutnya, konflik yang terjadi di Kashmir tidak hanya dapat merugikan kedua negara, namun dapat berdampak pada kawasan yang lebih luas. Oleh karena itu, pihak kementerian RI menyarankan kedua negara untuk melakukan dialog bilateral untuk menyelesaikan masalah.

"Pertemuan tersebut pada prinsipnya ingin mendengar lagi perspektif dari masing-masing negara dan berangkat dari informasi tersebut, telah disampaikan kembali (oleh Menlu) pesan-pesan yang menjadi posisi Indonesia,” tambahnya Teuku.

Sementara itu, menanggapi permintaan Pakistan untuk membawa konflik Kashmir ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pihak Kemlu RI menganggap hal tersebut sah saja dilakukan. Menurut Teuku, lumrah bila masing-masing negara memiliki pendekatan berbeda untuk menyelesaikan masalahnya.

"Kalaupun pembahasannya sampai ke Dewan Keamanan PBB, intinya selalu bagaimana PBB bisa berkontribusi pada perdamaian dan tidak menambah eskalasi konflik di dalamnya," ungkap Direktur Jenderal Multilateral Kemlu RI Febrian Ruddyard.

Ditemui di Kedutaan Besar India di Kuningan, Jakarta, Prakash Grupta masih enggan memberi komentar mengenai Kashmir.

"Saya memilih untuk tidak berkomentar soal isu itu. Hari ini adalah hari kemerdekaan (India), kita di sini untuk merayakannya,” ujar Prakash Grupta usai upacara perayaan hari kemerdekaan India, Kamis (15/8).

Reporter Magang; Anindya Wahyu Paramita

(mdk/pan)