Temuan Penelitian Baru: Imunitas terhadap Virus Corona Bisa Bertahan Puluhan Tahun

Temuan Penelitian Baru: Imunitas terhadap Virus Corona Bisa Bertahan Puluhan Tahun
DUNIA | 1 Desember 2020 07:30 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Berapa lama imunitas atau kekebalan terhadap virus corona bisa bertahan? Bertahun-tahun, mungkin bahkan puluhan tahun, menurut sebuah penelitian baru.

Data baru menunjukkan, delapan bulan setelah infeksi, kebanyakan orang yang telah sembuh masih memiliki sel imun cukup untuk membentengi diri dari virus dan mencegah penyakit. Laju penurunan yang lambat dalam jangka pendek menunjukkan sel-sel ini dapat bertahan di dalam tubuh untuk waktu yang sangat lama.

Penelitian ini, dipublikasikan secara online, belum dikaji rekan sejawat ataupun dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Tapi ini adalah penelitian memori kekebalan yang paling komprehensif dan lama hingga saat ini.

"Jumlah memori itu kemungkinan akan mencegah sebagian besar orang yang dirawat di rumah sakit, sakit parah, selama bertahun-tahun," jelas Shane Crotty, ahli virologi di La Jolla Institute of Immunology yang ikut memimpin penelitian baru tersebut, dikutip dari New York Times, Senin (30/11).

Penemuan ini mungkin akan melegakan para ahli yang khawatir kekebalan terhadap virus kemungkinan tak bertahan lama, dan vaksinasi perlu dilakukan berulang kali untuk mengendalikan pandemi.

Penelitian ini sesuai dengan temuan baru-baru ini: orang yang selamat dari SARS, yang disebabkan virus corona lain, masih membawa sel-sel kekebalan penting tertentu 17 tahun setelah sembuh.

Penemuan ini konsisten dengan bukti menggembirakan yang muncul dari laboratorium lain. Para peneliti di Universitas Washington, yang dipimpin ahli imunologi Marion Pepper, sebelumnya telah menunjukkan sel-sel "memori" tertentu yang diproduksi setelah terinfeksi virus corona bertahan setidaknya selama tiga bulan di dalam tubuh.

Sebuah penelitian diterbitkan pekan lalu juga menemukan orang yang sembuh dari Covid-19 memiliki sel kekebalan pembunuh yang kuat dan protektif bahkan ketika antibodi tidak dapat dideteksi.

Baca Selanjutnya: Berita Gembira...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami