Tentara Amerika tawuran di Akmil West Point, puluhan masuk RS

Tentara Amerika tawuran di Akmil West Point, puluhan masuk RS
DUNIA | 6 September 2015 11:39 Reporter : Ardyan Mohamad

Merdeka.com - Para kadet perwira militer Amerika Serikat yang baru saja mengakhiri pendidikan selama tiga bulan melakoni tradisi khas Akademi West Point, yakni tawuran bantal. Bukannya jadi ajang bersenang-senang, tradisi itu berakhir mengerikan. Setidaknya 30 kadet patah tulang, sedangkan 24 lainnya pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit, karena kehilangan banyak darah usai mengalami pukulan keras di kepala.

Tawuran massal itu terjadi di halaman kampus Akademi Militer West Point, Kota New York. Seorang kadet yang menolak disebut namanya mengatakan beberapa peserta didik sejak awal berniat melukai calon perwira lainnya. Di dalam bantal diletakkan kayu atau lempengan besi. Hasilnya, banyak kadet yang langsung mengalami patah tulang.

"Saya melihat langsung satu teman sekelas pingsan dihantam bantal berisi pemberat. Dia dibawa ke ambulan dan tidak kembali ke kelas sampai sekarang," ungkapnya, seperti dilansir surat kabar the New York Times, Sabtu (6/9).

Tawuran calon pemimpin militer AS itu terjadi pada 20 Agustus lalu. Kendati begitu, foto dan video perang bantal berdarah yang mengerikan baru beredar di jejaring sosial sejak awal pekan ini.

tawuran calon perwira west point

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Akmil West Point, Letkol Christopher Kasker membenarkan terjadi tawuran yang sudah jadi tradisi kadet tahun pertama. Tapi dia membantah banyak calon perwira dikirim ke rumah sakit.

"Semua kadet tahun pertama sesuai laporan yang kami terima sudah bertugas kembali. Kami akan menggelar investigasi lebih lanjut mengapa ada yang terluka," elaknya.

West Point mengizinkan peserta didiknya tawuran untuk merayakan berakhirnya pelatihan tujuh pekan yang sangat berat. Selama pendidikan dasar militer ini, para calon perwira dilarang berbicara satu sama lain, bahkan dengan teman satu asramanya. Tradisi perang bantal unik itu konon mulai digelar warga akmil mulai 1897.

Satu kadet, yang juga tak mau disebut namanya karena khawatir dirisak senior, mengaku ada arahan agar perang bantal dilakukan sekasar mungkin. "Kalau kami tidak berdarah akan dianggap kurang serius melakukan tradisi ini," tuturnya.

Akademi Militer West Point, atau biasa disebut The Point, menjadi kawah candradimuka menempa serdadu dan calon perwira Angkatan Darat Amerika Serikat. Didirikan sejak Maret 1802, akademi militer ini merupakan salah satu yang paling elit sedunia.

Tak sedikit presiden Negeri Paman Sam merupakan lulusan West Point, di antaranya Ulysses S. Grant dan Dwight D. Eisenhower. Tidak ketinggalan, beberapa kepala negara lain merupakan jebolan institusi elit ini, yakni Presiden Filipina Fidel V. Ramos serta Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. (mdk/ard)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami