Tersambar senar layang-layang tajam, dua bocah di India tewas

DUNIA | 17 Agustus 2016 19:48 Reporter : Ardyan Mohamad

Merdeka.com - Insiden tragis menimpa beberapa orang yang tersambar benang sebuah layanan besar di Ibu Kota New Delhi, India. Sanchi Goyal, bocah lelaki berusia tiga tahun bersama Hari (4), mengalami luka parah di leher gara-gara sambaran benang layanan ketika menonton dari atap mobil. Seorang laki-laki dewasa bernama Zafar Khan (22) juga tewas seketika setelah lehernya terseret beberapa meter akibat benang yang sama ketika sedang mengendarai sepeda motor.

Telegraph melaporkan, Rabu (17/8), belum jelas siapa pemain layangan yang menggunakan benang supertajam itu. Ada ratusan layang-layang yang diterbangkan sepekan ini, sebagian saling diadu untuk memutus layangan lawan, menjelang ulang tahun kemerdekaan India. Masalahnya Festival Adu Layangan atau biasa disebut Manja ini, seharusnya tidak boleh menggunakan benang tajam.

Saksi mata menyatakan benang yang menggorok leher dua balita itu nyaris transparan, serta dilapisi pecahan beling. Di beberapa negara bagian India, penggunaan benang itu sudah dilarang polisi.

Kepolisian New Delhi kini masih mendalami pemicu benang-benang itu bisa mengenani penonton layangan. Belum diketahui apakah pemain layangan atau penjual benang yang nanti bakal dikenai sanksi pidana. Merujuk hukum India, penjual benang tajam terancam hukuman penjara lima tahun.

Kepolisian menyatakan selain tiga korban tewas, beberapa personil mereka juga tergores benang tajam saat bertugas di jalanan. Selain itu, lebih dari 500 burung di seantero Ibu Kota Negeri Sungai Gangga mati tersambar layangan.

Kasus layangan menewaskan orang bukan barang baru di India. Pada 2014, seorang gadis kecil berusia lima tahun tewas di Jaipur. Sedangkan tahun lalu di Kota Morabad, anak laki-laki kelas satu SD juga meninggal akibat tergorok layang-layang. (mdk/ard)


Tragis, gajah asal India tewas kelelahan usai berjalan 1.600 km
Paspor istri hilang, pria pengantin baru ini bulan madu sendirian
Setelah 16 tahun protes, aktivis perempuan ini akhirnya mau makan
Deretan aksi mogok makan terlama di dunia
Manula tewas kejatuhan layang-layang nyaris 1 ton
Hindari sapi, India bangun kereta peluru melayang
Gara-gara benang layangan, bocah India dibakar

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.