Tersangka Penembakan Masjid Selandia Baru Diperintahkan Jalani Tes Kejiwaan

DUNIA | 5 April 2019 11:12 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Tersangka penembakan dua masjid Christchurch, Selandia Baru, diperintahkan untuk menjalani tes kesehatan mental. Hal itu dilakukan untuk menentukan apakah dia layak diadili.

Perintah tersebut diberikan oleh Hakim Pengadilan Tinggi Cameron Mander, yang memimpin sidang tersangka Brenton Harrison Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun. Tarrant disidang melalui sebuah tautan video yang disiarkan dalam ruang sidang Christchurch.

Dalam layar besar di ruang sidang, terlihat Tarrant mengenakan borgol dan sweater abu-abu. Rambut dan janggutnya dipotong pendek. Selama persidangan, Tarrant tidak menunjukkan emosi apapun. Terkadang dia melihat ke sekeliling ruangan dan memiringkan kepalanya.

Di ruang sidang, beberapa anggota keluarga dan korban penembakan juga hadir. Ada yang masih mengenakan kursi roda, pakaian rumah sakit, hingga yang masih belum pulih dari luka tembak.

Hakim Mander mengatakan, tes kesehatan mental adalah langkah normal yang harus dilakukan dalam kasus semacam itu. Pengacara Tarrant mengatakan butuh waktu dua atau tiga bulan untuk menyelesaikannya. Hakim juga menambahkan bahwa Trrant didakwa dengan 50 tuduhan pembunuhan dan 39 tuduhan percobaan pembunuhan.

Polisi awalnya mengajukan satu tuduhan pembunuhan representatif sebelum mengajukan tuntutan tambahan minggu ini.

Sementara itu, di luar ruang sidang, Yama Nabi, yang ayahnya meninggal dalam serangan mengatakan bahwa dia merasa tidak berdaya menyaksikan persidangan.

"Kita hanya harus duduk di pengadilan dan mendengarkan. Apalagi yang bisa kami lakukan? Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Serahkan saja keadilan kepada pengadilan Selandia Baru dan perdana menteri," ujar Nabi, dikutip dari laman Time, Jumat (5/4).

Tofazzal Alam, mengatakan dirinya sedang beribadah di masjid Linwood ketika pria bersenjata itu menyerang. Dia merasa perlu menghadiri persidangan karena banyak temannya yang terbunuh.

"Sepertinya dia tidak peduli apa yang telah dilakukan. Dia tidak memiliki emosi apapun dan dia terlihat baik-baik saja," katanya.

Sebagaimana diketahui, Tarrant melakukan serangan pada 15 Maret ke dua masjid yakni Al Noor dan Linwood. Sebanyak 42 orang tewas di masjid Al Noor, sementara tujuh orang di masjid Linwood. Satu orang meninggal dunia kemudian, membuat total korban tewas menjadi 50 orang.

Baca juga:
PM Selandia Baru Membayar Barang Belanjaan Ibu yang Lupa Membawa Dompet
Penarikan Senjata Api di Selandia Baru Diprediksi Habiskan Biaya Rp 2,8 Triliun
Dibui Baru 2 Pekan, Teroris Penembakan Masjid Selandia Baru Mengeluh Kehilangan Hak
Imam Masjid Selandia Baru Tuding Mossad di Balik Penembakan Christchurch
Ribuan Warga Peringati Korban Serangan Teror Masjid di Selandia Baru

(mdk/ias)