Toko dan Kendaraan Warga Muslim di Sri Lanka Dirusak Massa

DUNIA | 8 Mei 2019 16:19 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Kekerasan sektarian kembali terjadi di sebuah kota di Sri Lanka tiga hari lalu.

Sumber intelijen mengatakan kepada kantor berita CNN, sejumlah massa Katolik menyerang toko-toko dan kendaraan milik warga muslim di Porutota dengan Negombo setelah terjadi cekcok antara seorang sopir tuk tuk (bajaj) dengan sekelompok orang Katolik yang ingin memeriksa kendaraan itu.

Perselisihan antara sopir tuk tuk muslim itu dengan sekelompok orang memicu kerusuhan di jalan hingga malam. Dua toko milik warga muslim diserang dan kendaraan dibakar.

Juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekara dalam jumpa pers dua hari lalu mengatakan dua kelompok massa yang sedang mabuk bertanggung jawab atas kerusuhan itu.

Untuk mengatasi kerusuhan itu polisi tambahan sudah dikerahkan ke lokasi dan jam malam diberlakukan mulai Minggu, kata Gunasekara.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe dalam pernyataannya mengatakan warga yang propertinya rusak dalam kerusuhan Minggu kemarin akan diganti rugi oleh pemerintah.

Cuplikan video kejadian itu memperlihatkan jalanan di kota pesisir itu dipenuhi puing-puing bekas bangunan toko dan sejumlah pria sedang membawa tongkat pemukul.

Kardinal Malcolm Ranjith, Uskup Agung Kolombo, menyebut kejadian itu akibat dari mabuk-mabukan dan dia menyerukan toko-toko yang menjual minuman keras ditutup.

"Ketika orang sedang mabuk, mereka kadang berbuat lebih ganas dari binatang," kata dia kepada media pemerintah.

"Saya mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tenang. Pada kesempatan ini saya ingin berterima kasih kepada warga Buddha, Hindu, muslim dan para pemuka agama. Sejumlah pihak kini sedang mencoba memanasi situasi dengan memicu kebencian untuk menimbulkan bentrokan agama."

Para pemuka agama, baik muslim dan Kristen sudah menyampaikan simpatinya atas peristiwa serangan bom bunuh diri ke sejumlah gereja dan hotel pada Minggu Paskah lalu yang menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai 500 lainnya.

Baca juga:
Sri Lanka Klaim Sudah Tangkap Semua Tersangka Teror Bom Gereja
Gereja dan Sekolah Katolik di Sri Lanka Tutup karena Ada Info Ancaman Bom
Sri Lanka Larang Masjid yang Dikelola Kelompok Ekstrem
Presiden Sirisena: Pergi Jauh-Jauh dari Sri Lanka, ISIS!
Arab Saudi Imbau Warganya Tinggalkan Sri Langka
Presiden Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Media Sosial

(mdk/pan)