Tolak Aturan Keamanan dari China, Ribuan Warga Hong Kong Kembali Turun ke Jalan

Tolak Aturan Keamanan dari China, Ribuan Warga Hong Kong Kembali Turun ke Jalan
DUNIA | 25 Mei 2020 15:31 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Ribuan warga Hong Kong kembali turun ke jalan kemarin untuk menentang rencana pemerintah China yang akan menerapkan aturan keamanan nasional yang baru di wilayah otonomi khusus itu. Pendemo menyebut aturan itu akan mengekang kebebasan sipil dan hak otonomi Hong Kong.

Dilansir dari laman CNN, Minggu (25/5), polisi melepaskan tembakan gas air mata ke kerumunan massa ketika aksi demonstrasi baru berjalan kurang dari satu jam. Polisi mengatakan mereka tidak menerima pemberitahuan rencana demonstrasi dari massa dan kerumunan juga melanggar aturan jaga jarak sosial di tengah pandemi Covid-19. Di Hong Kong pertemuan lebih dari delapan orang dilarang. Cuplikan video yang beredar di Internet memperlihatkan massa melempari polisi.

Para pengunjuk rasa mulai berkumpul sekitar tengah hari di Causeway Bay, kawasan pusat perbelanjaan meski polisi sudah berjaga-jaga. Upaya untuk berunding rupanya tidak berhasil dan polisi segera menyatakan demo itu ilegal dan mulai membubarkan massa.

Ribuan massa tetap turun ke jalan menyerukan slogan dan yel-yel yang sudah akrab di telinga selama demo anti-pemerintah enam bulan sebelumnya. "Bebaskan Hong Kong, Revolusi Sekarang Juga," kata massa pendemo.

"Kemerdekaan adalah tujuan jangka panjang Hong Kong," kata pendemo bernama Macy Wong, 26 tahun. "Mungkin itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat tapi itulah pada akhirnya yang kami inginkan."

1 dari 1 halaman

China Kamis lalu mengumumkan akan menerapkan aturan keamanan nasional yang baru di Hong Kong--memotong prosedur kelembagaan parlemen--yang isinya diduga akan melarang segala jenis hasutan, kemerdekaan tersendiri, dan subversi terhadap Beijing. Aturan itu juga akan membuat badan keamanan nasional China bisa beroperasi di Hong Kong untuk pertama kalinya.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi kemarin mengatakan Beijing harus segera memberlakukan aturan itu di Hong Kong tanpa menunda lagi.

Dalam Kongres Rakyat, Wang Yi menyampaikan kepada wartawan, pemerintah China ingin menciptakan keamanan dan memberlakukan penegakan hukum untuk keamanan nasional.

"Kita harus segera memberlakukannya tanpa penundaan sedikit pun," kata Wang.

Wang menuturkan, aturan ini kan menimbulkan stabilitas dan keyakinan pemerintah Hong Kong dan memberikan lingkungan yang lebih baik untuk keamanan. (mdk/pan)

Baca juga:
Enam Bulan Demo Hong Kong, Dipicu RUU Ekstradisi Meluas Ke Gerakan Pro Demokrasi
Demonstran di Hong Kong Kembali Ricuh Jelang Pertemuan Xi Jinping dan Carrie Lam
Jurnalis Indonesia yang Ditembak Polisi Saat Demo Hong Kong Buta Matanya dan Trauma
Polisi Hong Kong Serukan Warga Demo Damai Sebelum Unjuk Rasa Besar-besaran
TKI di Hong Kong Ditangkap lalu Dideportasi Usai Beritakan Demo
Trump: Jika Bukan Karena Saya, Hong Kong Akan Dilenyapkan Dalam 14 Menit

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5