Trump Ancam Kerahkan Militer Setelah Bentrokan Pecah Dekat Gedung Putih

Trump Ancam Kerahkan Militer Setelah Bentrokan Pecah Dekat Gedung Putih
DUNIA | 2 Juni 2020 09:42 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Di tengah kerusuhan rasial di seluruh negeri, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Senin mengancam akan mengerahkan militer ke sejumlah kota untuk mengatasi unjuk rasa yang berakhir bentrok dan rusuh.

Saat Trump berbicara, layar televisi menayangkan situasi terkini sekitar Gedung Putih yang menjadi lokasi unjuk rasa. Saat Trump berpidato berbicara di Rose Garden yang indah di Gedung Putih, serangkaian kendaraan militer digelar di Pennsylvania Avenue dan polisi militer dan aparat bentrok dengan pengunjuk rasa di Lafayette Park.

Para pengunjuk rasa yang melakukan aksi damai dibubarkan jadi Trump bisa berjalan melewati taman menuju Gereja Episcopal St John atau dikenal sebagai "Gereja Presiden", yang rusak karena terbakar pada unjuk rasa pekan ini. Memegang Alkitab, Trump berdiri bersama beberapa anggota kabinetnya saat kamera mulai dihidupkan.

"Kita memiliki negara terhebat di dunia," kata Trump, dilansir dari Times of Israel, Selasa (2/6).

"Kita akan tetap menjaganya."

Trump mengatakan akan memobilisasi beribu-ribu tentara untuk menjaga perdamaian jika para gubernur negara bagian tidak mengerahkan Garda Nasional untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

1 dari 2 halaman

Pasukan Garda Nasional dikerahkan

nasional dikerahkan rev1

Ledakan gas air mata bisa terdengar saat pihak berwenang membubarkan unjuk rasa damai di taman. Eskalasi terjadi sesaat setelah Jaksa Agung, William Barr datang ke taman untuk memantau para pengunjuk rasa.

"Apa yang terjadi di kota tadi malam adalah benar-benar memalukan," kata Trump menanggapi unjuk rasa di Washington.

"Saat kami berbicara, saya mengerahkan ribuan dan ribuan tentara bersenjata, personel militer dan aparat penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, vandalisme, penyerangan, dan perusakan properti tanpa alasan," jelasnya.

"Ini bukanlah aksi unjuk rasa damai, ini adalah aksi teror domestik."

Trump melanjutkan, dia ingin pihak yang berada di balik aksi yang berujung rusuh ini ditangkap dan akan menghadapi sejumlah tuntutan kejahatan dan terancam hukuman bertahun-tahun penjara.

Menurut pejabat pertahanan senior, antara 600 dan 800 pasukan Garda Nasional dari lima negara bagian dikirim ke Washington untuk membantu penanganan aksi unjuk rasa.

2 dari 2 halaman

Garda Nasional dipersenjatai

dipersenjatai rev1

Berdasarkan UU Posse Comitatus Act era perang sipil pasukan federal dilarang melakukan tindakan penegakan hukum domestik seperti menangkap, menyita properti atau memburu orang. Namun, dalam kasus-kasus ekstrem, presiden dapat menggunakan Undang-Undang Pemberontakan, juga yang terbentuk saat perang sipil, yang memungkinkan penggunaan pasukan aktif atau Garda Nasional untuk penegakan hukum.

Para pejabat mengatakan, beberapa pasukan Garda Nasional di Washington, DC akan dipersenjatai dan yang lainnya tidak. Mereka mengatakan, anggota penjaga Washington, DC tidak memiliki senjata yang mematikan. Polisi militer yang terlihat di kota adalah anggota Garda Nasional.

Unjuk rasa dan kerusuhan pecah di seluruh AS yang dipicu kematian warga kulit hitam asal Texas, George Floyd. Floyd meninggal setelah ditindih polisi kulit putih dalam aksi penangkapan. Polisi menangkap Floyd karena diduga membayar dengan uang palsu.
Dalam video yang beredar, seorang anggota kepolisian Minneapolis menindih Floyd dengan lututnya selama 8 menit. (mdk/pan)

Baca juga:
Trump Dilarikan ke Bunker Ketika Demonstran George Floyd Rusuh di Depan Gedung Putih
Hasil Autopsi: Floyd Tewas di Tempat karena Tercekik Tak Bisa Bernapas
Kisah Hidup George Floyd, Korban Kebrutalan Polisi Pemicu Demo Besar-Besaran di AS
Banyak Polisi di AS Turun ke Jalan Ikut Demo Kematian George Floyd
Kedubes AS di Sejumlah Negara Jadi Sasaran Demonstran Protes Kematian George Floyd
5 Fakta Derek Chauvin, Polisi yang Cekik George Floyd di Amerika Serikat
Ini yang Terjadi di Detik-Detik Terakhir Kematian George Floyd

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5