Trump Ancam Potong Dana WHO, Ini Alasannya

Trump Ancam Potong Dana WHO, Ini Alasannya
DUNIA | 8 April 2020 19:08 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemarin mengancam akan memotong dana untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena menuduhnya bias terhadap China.

AS mengalami rekor kematian tertinggi karena Covid-19 yaitu 1.939 kasus dalam 24 jam terakhir, dengan angka kematian tertinggi di New York City mencapai 4.009, melampaui jumlah korban meninggal saat serangan teror 11 September 2001.

Saat ini lebih dari 12.800 warga Amerika meninggal karena Covid-19, berdasarkan data Universitas John Hopkins, dan kasus tercatat sebanyak 400.000.

Sementara itu China melaporkan tak ada kematian baru untuk pertama kalinya sejak wabah mulai di Wuhan pada akhir Desember 2019.

Di Washington, Trump mengatakan kepada wartawan dia menunda pendanaan untuk WHO.

"Mereka mengatakan salah," katanya tentang peringatan perjalanan WHO di China, dilansir dari Times of Israel, Rabu (8/4).

"Mereka seharusnya bisa mengatakan itu berbulan-bulan sebelumnya."

1 dari 1 halaman

Trump tidak memberikan rincian berapa dana yang akan ditahan dan beberapa menit kemudian dia mengatakan dia mempertimbangkan untuk mengakhiri pendanaan.

China menghadapi kritik atas cara penanganan wabah virus sejak awal. Trump menyatakan keraguan atas keakuratan statistik China terkait jumlah kasus dan kematian.

Trump sendiri banyak dikritik karena awalnya meremehkan virus corona, yang ia samakan dengan flu biasa sebelum kemudian mengumumkan keadaan darurat nasional.

Universitas Washington memproyeksikan sekitar 82.000 kematian di AS sampai awal Agustus, dengan jumlah tertinggi pada 16 April.

China mencabut larangan perjalanan pada Selasa terhadap penduduk Wuhan dan melaporkan tidak ada kematian baru, tetapi situasi tetap suram di tempat lain.

Layanan kereta api dan penerbangan dibuka kembali dan penghalang jalan dibuka, mendorong eksodus sekitar 65.000 penduduk mengenakan pakaian pelindung dan masker. (mdk/pan)

Baca juga:
Gara-Gara Corona, Kekayaan Presiden Trump Hilang Rp16 Triliun
Trump Minta Pasien Virus Corona Minum Obat Malaria Meski Belum Terbukti Manjur
Jerman Tuding AS Lakukan Pembajakan Masker yang Dipesan Kepolisian Berlin
Tes Virus Corona Lagi, Presiden Trump Dinyatakan Negatif
Donald Trump Tolak Anjuran Otoritas Kesehatan Untuk Gunakan Masker
CEK FAKTA: Penjelasan Foto Jokowi, Donald Trump dan Rizieq Syihab di Media Sosial

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami