Trump Dilarikan ke Bunker Ketika Demonstran George Floyd Rusuh di Depan Gedung Putih

Trump Dilarikan ke Bunker Ketika Demonstran George Floyd Rusuh di Depan Gedung Putih
DUNIA | 2 Juni 2020 08:17 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilarikan ke bunker di bawah tanah di Gedung Putih selama hampir satu jam pada Jumat kemarin di tengah kerusuhan demonstran di depan Gedung Putih yang memprotes kematian George Floyd.

Demikian dilaporkan stasiun televisi CNN mengutip seorang pejabat Gedung Putih dan seorang sumber di kepolisian.

Menurut laporan itu, Ibu Negara Melania Trump dan Barron, putra mereka, juga dilarikan ke bunker.

Dilansir dari laman Sputnik News, Selasa (2/6), sekumpulan massa bentrok dengan aparat keamanan dari siang hingga Jumat malam di depan Gedung Putih. Selama kejadian itu lebih dari 60 personel pasukan pengamanan presiden atau Secret Service terluka.

"Sangat dimungkinkan presiden dan keluarganya dipindahkan ke lokasi yang aman di tengah kerusuhan. Tentu kita tidak akan pernah tahu pasti karena Gedung Putih tidak mau memberikan informasi rinci tentang protokol pengamanan presiden. Bantahan Gedung Putih tentang apa yang mungkin terjadi itu bisa dibenarkan demi alasan keamanan atau bahan kepentingan politik. Trump kemungkinan tidak ingin dia diketahui dipindahkan ke lokasi yang aman karena tidak ingin terlihat lemah di depan para pendukungnya," kata David Schultz, profesor politik di Universitas Hamline.

1 dari 1 halaman

Para demonstran menyalakan api hanya beberapa blok dari kediaman Trump di Gedung Putih dan melemparkan botol=botol serta kembang api ke polisi. Sejumlah orang terluka dalam kejadian itu.

Pegawai Gedung Putih juga diminta cepat pulang karena alasan keamanan.

Trump belum berkomentar mengenai laporan ini. Dia sudah berulang kali menyebut CNN, the New York Times, dan the Washington Post sebagai media yang menyebarkan informasi bohong.

George Floyd, pria kulit hitam 46 tahun, tewas ketika dia diringkus polisi di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota pada Senin lalu. Kejadian ini memicu kemarahan warga karena isu rasial hingga bermunculan demonstrasi besar-besaran di kota-kota Amerika dari New York hingga Portland. (mdk/pan)

Baca juga:
Hasil Otopsi: Floyd Tewas di Tempat karena Tercekik Tak Bisa Bernapas
Kisah Hidup George Floyd, Korban Kebrutalan Polisi Pemicu Demo Besar-Besaran di AS
Banyak Polisi di AS Turun ke Jalan Ikut Demo Kematian George Floyd
Kedubes AS di Sejumlah Negara Jadi Sasaran Demonstran Protes Kematian George Floyd
5 Fakta Derek Chauvin, Polisi yang Cekik George Floyd di Amerika Serikat
Ini yang Terjadi di Detik-Detik Terakhir Kematian George Floyd

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5