Trump Klaim ISIS Sudah Dikalahkan, Menhan Prancis: ISIS Hanya Melemah

DUNIA | 20 Desember 2018 17:38 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, ikut menanggapi keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik pasukan militernya dari Suriah karena diklaim telah berhasil mengalahkan ISIS. Menurut Parly, ISIS belum benar-benar dikalahkan di Suriah.

"Kekuatan ISIS memang telah melemah dari sebelumnya. Tetapi ISIS belum benar-benar dikalahkan terutama akarnya," katanya, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (20/12).

Parly menilai diperlukan perjuangan lebih keras untuk benar-benar menumpas keberadaan ISIS. Oleh karena itu, pertahanan militer tetapi harus dilanjutkan.

"Kantong terakhir dari organisasi teroris ini perlu dikalahkan secara militer," ujarnya.

Seperti diketahui, keputusan Trump untuk menarik kembali pasukan bertentangan dengan kebijakan AS yang telah lama ditetapkan untuk Suriah dan kawasannya. Sebab, penarikan ini bisa menyebabkan konsekuensi geopolitik yang luar biasa dan menyebabkan ketidakpastian terhadap nasib pejuang Kurdi yang selama ini didukung AS untuk memerangi ISIS di Suriah.

Salah satu anggota parlemen dari Partai Republik, Lindsey Graham, mengkritik keputusan Trump kali ini. Dia menilai jika pasukan AS ditarik, maka hal itu bisa membuat Turki semakin berani menyerang pasukan Kurdi.

"Keputusan presiden ini tidak bijaksana dan bisa menempatkan Kurdi dalam bahaya," ujar Graham. (mdk/ias)

Baca juga:
Turki Bakal Taklukan Pasukan Kurdi Setelah AS Tarik Pasukan Dari Suriah
5 Mantan Pejabat Tinggi AS Beberkan Keburukan Donald Trump
Rex Tillerson Sebut Trump Tidak Disiplin Karena Selalu Ingin Melanggar Hukum
Di Tengah Skandal Jamal Khashoggi, Trump Tegaskan Akan Tetap Bersekutu Dengan Saudi
Trump Tunjuk Dubes Baru Untuk Saudi di Tengah Skandal Jamal Khashoggi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.