Trump: Perintah eksekutif saya bukan untuk umat muslim

DUNIA | 29 Januari 2017 10:17 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro

Merdeka.com - Para pengungsi yang tiba di Amerika Serikat tertahan di bandar udara, usai Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif melarang para pengungsi masuk ke negaranya. Larangan ini diberlakukan bagi pengungsi dari beberapa negara muslim.

Kerumunan demonstran di Bandar Udara John F Kennedy, New York menuntut pembebasan 11 pengungsi yang ditahan di sana.

Meski demikian, Trump mengatakan bahwa perintah eksekutifnya bukan untuk melarang umat muslim datang ke negaranya.

"Ini (perintah eksekutif) bukan pelarangan untuk muslim," katanya, seperti dikutip dari BBC, Minggu (29/1).

Akibat larangan ini, Trump menghadapi tantangan hukum dari beberapa kelompok pegiat hak asasi manusia. Pasalnya, dia memberikan larangan perjalanan selama 90 hari bagi mereka yang berkewarganegaraan Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Sementara itu, program penerimaan pengungsi AS telah ditangguhkan selama 120 hari. Akibatnya, mereka yang melarikan diri dari konflik Suriah tertahan sampai pemberitahuan lebih lanjut. (mdk/che)


Bos Uber bakal beri kompensasi bagi sopir yang dideportasi dari AS
Kecam kebijakan Trump, massa geruduk bandara-bandara di AS
Jika di AS ditolak, Kanada justru terbuka pada pengungsi
Penegakan imigrasi di AS, WNI diimbau tetap tenang
PBB kutuk Trump larang pengungsi dari 7 negara Islam datang ke AS
PM Inggris pastikan AS tetap bersama NATO dan waspadai Rusia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.